50 Tahun LBH: Pemerintah Harus Peduli Kepada Rakyat

50 tahun sudah YLBHI berjuang sebagai lembaga bantuan hukum masyarakat . Bersama advokat-advokatnya, LBH membantu kasus hukum yang melibatkan rakyat sipil. 

Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Indonesia baru saja berusia ke-50 tahun. Diusianya yang telah menginjak setengah abad, LBH masih terus melakukan pendampingan hukum kepada masyarakat yang terdampak kasus hukum melalui advokat-advokatnya.

Di Makassar sendiri, LBH Makassar melakukan pengawalan dalam beberapa kasus yang terkait dengan kekerasan aparat, perampasan ruang hidup, pengawalan isu nasional, khususnya kasus pelanggaran HAM.

Muhammad Haedir selaku direktur LBH Makassar menjelaskan, “Untuk pelanggaran HAM, kita bisa melihat berbagai kasus yang ditangani LBH di banyak tempat masyarakat yang dirampas hak hidupnya. Kalau saat ini, konflik antara nelayan Kodingareng dengan perusahaan penambang pasir. Keadaan ini tentu saja melanggar HAM karena telah merampas hak pekerjaan yang layak bagi Nelayan”, ujarnya.

   Muhammad Haedir, Direktur LBH Makassar

Beberapa kasus yang diperjuangkan LBH Makassar sejauh ini terkait konflik antara perusahaan dengan masyarakat. Lebih lanjut Haedir menjelaskan, “Kasus yang banyak ditangani LBH adalah kasus yang banyak melibatkan pengusaha atau pemerintah dengan masyarakat. Persoalannya negara terkadang lebih berpihak kepada pengusaha.

Salah satu contoh keberpihakan pemerintah kepada pengusaha, menurut Haedir terlihat dalam pengesahan UU Cipta Kerja. “saat ini rakyat memang banyak berhadapan dengan proyek-proyek investasi di lapangan, sementara UU Cipta Kerja ini akan banyak menguntungkan Pengusaha dan Oligarki” tegas Direktur LBH Makassar ini.

Maka dari itu, Haedir berharap kedepannya pemerintah akan lebih mendahulukan kepentingan masyarakat diatas kepentingan investasi,”harapnnya, negara lebih mendengar suara rakyat, mendahulukan kehendak rakyat daripada suara oligarki,” sambung Haedir.

Penulis : Azwar Radhif

Editor : Imran Igon

Follow us
Azwar Radhif

Azwar Radhif

Menulis untuk Cinta dan Keabadian

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *