Appare’ Ganrang: Proses Pembuatan Gendang Makassar

Ganrang merupakan alat musik Khas Makassar berbentuk gendang. Proses pembuatan gendang Makassar terdiri dari beberapa bagian, yakni attoto poko’, ambentu’ ganrang, dan niso’bolo’. Kayu Campaga Cera’ merupakan jenis kayu yang digunakan Hasan Daeng Ramma sebagai bahan baku ganrang Makassar

Maupa.co – Gendang Makassar atau Ganrang merupakan alat musik khas Makassar. Bahan utamanya diperoleh dari kayu pohon yang mendulang tinggi. Menurut Hasan Daeng Ramma selaku pembuat ganrang, kayu dalam proses appare’ Ganrang terdiri dari 4 jenis yakni Campaga Cera’, Campaga Bayao, Mahoni dan Taipa Macang.

Berdasarkan jenis kayu yang dipilih, menurut Hasan Daeng Ramma terdapat 3 kayu yang dapat bertahan hingga bertahun-tahun. Tiga kayu yang dimaksud terdiri dari Campaga Cera’, Campaga Bayao dan Mahoni. Kayu ini dianggap memiliki daya tahan yang kuat hingga bertahun tahun lamanya. Saat ini, ketiga jenis kayu ini dapat ditemukan ditempat-tempat tertentu dan juga berada di tengah hutan.

Aktivitas Memotong Kayu

Kayu Campaga Cera’ ditemukan sekitar dua tahun lalu oleh Daeng Ramma. Kayu ini ditemukan di daerah Maccini’ Kondo, Desa Mandalle Kecamatan Bajeng Barat Kabupaten Gowa Sulawesi Selatan. Kayu ini berdiri kokoh ditengah hutan yang diantaranya terdapat poko’ bulo (baca: pohon bambu). Bagi Daeng Ramma, Kayu ini sangat kuat sehingga digunakan sebagai bahan pokok pembuatan gendang Makassar.

Adapun proses pembuatan gendang Makassar terdiri dari beberapa bagian, yakni attoto poko’, ambentu’ ganrang, niso’bolo’.

Attoto poko’ dalam bahasa Makassar memiliki arti memotong pohon.Proses ini dilakukan dengan menggunakan mesin sansaw. Proses annoto ini dilakukan pada pangkal pohon, dilanjutkan dengan memotong kayu yang dibagi menjadi 18 bagian, masing-masing memiliki panjang 70 cm.

Kemudian dilanjutkan dengan proses ambentu’ ganrang. Ambentu’ ganrang berarti membentuk gendang. Proses ini dilakukan dengan menggunakan mesin sansaw. Pembentukan gendang dengan memperhatikan diameter pada gendang yang terdiri dari dua bagian, yakni poko’ atau atas dan rawa atau bawah.

Proses Annyo’bolo

Menurut Daeng Ramma pemilihan sisi antara poko’ dan rawa ini memerlukan keahlian tersendiri, dalam melakukan annoto dengan memberikan tanda pada kayu. Dilanjutkan dengan annyo’bolo, berarti proses lubang yang ditentukan berdasarkan tengah diameter kayu. Proses ini juga dilakukan dengan menggunakan mesin sansaw.

Proses ini dilakukan dengan mengarahkan mesin sansaw ditengah kayu, dengan membentuk persegi. Pembentukan ini dilakukan agar proses pembuatan gendang tidak terlalu rumit jika digunakan secara manual dengan menggunakan alat yakni pahat. Rangkaian proses appare ganrang dilakukan dengan penuh ketelitian dan kehati-hatian. Karena itu, dalam menanggapi sebuah keyataan hidup untuk menyongsong hari esok, dibutuhkan sebuah tekad dan “kerja keras adalah kunci keberhasilan” tegas Hasan Daeng Ramma.

Penulis : Ahmad Ishak Jundana

Editor : Azwar Radhif

Follow us
Azwar Radhif

Azwar Radhif

Menulis untuk Cinta dan Keabadian

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *