Bambang Pamungkas dan Nasib Kesatria Lapangan Hijau

Penulis: Muhammad Fauzy

Bambang Pamungkas akhirnya gantung sepatu. Foto by: Instagram @persijajkt
Bambang Pamungkas akhirnya gantung sepatu. Foto by: Instagram @persijajkt

Bambang Pamungkas memilih gantung sepatu dikanca sepakbola. BP akan menempuh babak baru kehidupannya. Kenyataannya kesejahteraan mantan pemain timnas Indonesia jauh dari kata sejahtera.

maupa.co – Baru saja kemarin kita melihat bagaimana bintang sepakbola Indonesia Bambang Pamungkas, yang memilih untuk pensiun. Bambang Pamungkas atau sering disapa BP adalah sosok pemain idola dikalangan anak muda hingga orang tua di tanah air ini. Lihatlah bagaimana anak-anak kita sudah tertanam nama Bambang Pamungkas sebagai sosok Kesatria sepakbola nasional, yang tak akan pernah dilupakan. Kemudian setelah itu Hariono pemain Persib Bandung juga mengikuti langkah BP yang memilih untuk gantung sepatu.

Bambang Pamungkas memiliki segudang prestasi dengan banyak pengalaman. BP juga menjadi ikon di salah satu klub Indonesia yaitu Persija Jakarta, namun sempat juga dianggap sebagai sosok penghianat setelah dirinya bergabung dengan klub rival Macan Kemayoran.

Bambang Pamungkas juga menjadi sosok yang sangat dikenal sebagai pemain timnas senior yang piawai di Lapangan hijau. BP juga sempat bermain di klub negara tetangga yaitu Malaysia, yang kala itu ia melihat peluang yang besar untuk karirnya disana.

Bambang Pamungkas layaknya seperti Andre Iniesta dari Barcelona yang memiliki loyalitas yang sangat tinggi. Karir Bambang Pamungkas di Persija ternyata hampir sama dengan Andre Iniesta. Jika karir Andre Iniesta di Barcelona selama 16 tahun, Bambang Pamungkas hanya mampu bertahan selama 15 tahun di Persija.

Kemenangan Persija pada liga 1 kontra Kalteng Putra kemarin menjadikan akhir perjalanan yang manis bagi Bambang Pamungkas, dengan skor 2-1 bagi kemenangan macan kemayoran. BP memberikan pesan bahwa sepakbola adalah perjalanan yang penuh dengan makna. “Perjalanan seorang pesepakbola, bukan tentang seberapa jauh dia melangkah atau seberapa cepat dia sampai. Namun tentang makna yang pernah ia lalui dan jejak apa yang ia tinggalkan”Ucap Bambang Pamungkas.

Baca juga: Sepak Bola adalah Pertunjukan Dua Rasa

“Dia menjadi inspirasi bagi anak-anak kita, dia menunjukkan sportifitas. Anda akan selalu ada di hati kita, Insya Allah akan muncul BP baru di masa yang akan datang”Ucap Anies Baswedan diakhir pertandingan Persija kontra Persebaya Surabaya. Itulah pernyataan Gubernur Jakarta Anies Baswedan dengan penuh rasa hormat dan bangga kepada Bambang Pamungkas, atas jasa dan jerih payahnya membawa timnas dan Persija menjadi lebih disegani dikanca sepakbola Asia.

Sontak rekan-rekan yang pernah berjuang bersama Bambang Pamungkas, memberikan pesan dan penghargaannya kepada pemain Timnas tersebut. Seperti Boaz Solossa misalnya, yang kini kabarnya Boaz diterima menjadi PNS. Boaz menyampaikan penghormatannya untuk BP melalui cuitan akun instagram-nya. Boaz menyampaikan terima kasihnya kepada Bambang Pamungkas yang telah berkontribusi banyak dalam kemajuan sepakbola Indonesia. Boaz memang selalu dikaitkan dengan Bambang Pamungkas yang memiliki status Striker tajam timnas Indonesia.

Setelah perjalanan panjangnya dikanca sepakbola, Bambang Pamungkas akan memulai babak baru kehidupannya. Entah apakah memilih menjadi pelatih sepakbola atau pekerjaan lainnya. Jika melihat beberapa purnabakti pemain timnas terdahulu, ternyata banyak juga yang menyerah terhadap nasibnya. Ada yang jatuh miskin, menjadi satpam, hingga ojek online. Sangat tragis memang melihat Kesatria lapangan hijau Indonesia yang pasrah dengan keadaannya.

Baca juga: Bangun Tradisi Literasi Sepakbola Makassar

Namun, ternyata ada yang lebih miris lagi dari cerita pensiunan Kesatria lapangan hijau Indonesia. Seperti Dedek Hendri, purnabakti pemain timnas U-17 Indonesia yang memiliki posisi Kiper dikubu Garuda, nekat memilih menjadi pembegal karena himpitan ekonomi dan permasalahan keluarganya. Dedek Hendri akhirnya tak bisa menahan diri dan terjerumus dalam dunia kriminal. Tak disangka Ia telah lama melancarkan aksinya itu.

Lantas dimana pemerintah yang telah mencampakkan Kesatria lapangan hijaunya? Pemerintah harusnya memelihara semua purnabakti pemain timnas yang pernah berjuang untuk mengharumkan bangsa ini. Semoga saja ikon Kesatria sepakbola nasional Bambang Pamungkas mendapatkan penghargaan yang layak atas perjuangannya mengharumkan persepakbolaan tanah air.

Follow us

maupa

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *