Bangun Usaha Pertanian dari Atas Tempat Tidur?

Penulis: Muhammad Fauzy

 

 

Syahrul Yasin Limpo di Depan ratusan Mahasiswa Fakultas Pertanian Universitas Hasanuddin Makassar. Foto by Fauzy/maupa.co
Menteri Pertanian periode 2019-2024, Syahrul Yasin Limpo di depan ratusan Mahasiswa Fakultas Pertanian Universitas Hasanuddin Makassar. Foto by Fauzy/maupa.co

Membangun usaha pertanian tidak lagi sesulit dahulu. Inovasi generasi muda dengan bantuan teknologi menjadi kuncinya. Seluruh fasilitas produksi hingga produk pertanian, ada dalam satu ponsel pintar.

maupa.co – “Dulu saya itu mau buka usaha membutuhkan waktu yang panjang, waktu izinnya berbulan-bulan, komunikasinya bersurat, ditunggu kantor pos membalas, sekarang tidak! Sekarang kalian bisa membuat usaha pertanian menjadi lebih baik hanya dari atas tempat tidur”ucap Syahrul Yasin Limpo.

Ya. Itulah pernyataan Menteri Pertanian periode 2019-2024 Kabinet Indonesia Maju, Dr. Syahrul Yasin Limpo, S.H., M.H. saat memberikan kuliah umum di Fakultas Pertanian Universitas Hasanuddin, Makassar. Jika ditelaah lebih dalam, pernyataan Menteri Pertanian Kabinet Indonesia Maju tersebut mengarah kepada penggunaan teknologi sebagai pembangun dan pendongkrak sektor pertanian.

Syahrul Yasin Limpo memiliki prestasi yang gemilang saat dirinya menjabat sebagai Gubernur Sulawesi Selatan silam, dengan bukti tercapainya surplus 2 juta ton beras Provinsi Sulawesi Selatan. Di era nya Syahrul Yasin Limpo, mengandalkan sistem konvensional namun juga memanfaatkan berbagai teknologi. Bagaimana dengan pertanian di era teknologi dan digitalisasi saat ini?

Pertanian menjadi tombak penghasilan perkapita bagi negara Indonesia sebagai negara agraris. Pertanian sangat dibutuhkan dalam peradaban suatu kehidupan bangsa. Namun tak selamanya pertanian berjalan dengan mulus, banyak masalah yang dihadapi untuk membuat sektor pertanian menjadi lebih maju. Di berbagai Negara maju, pemanfaatan teknologi adalah keniscayaan bagi petaninya. Membuat semua pekerjaan menjadi lebih efisien dan praktis dengan bantuan teknologi.

Bagaimana dengan Indonesia sendiri? Perkembangan yang sangat pesat di era ini menuntut Indonesia menjadi negara yang harus menyesuaikan dengan sistem yang telah berjalan. Inovasi menjadi solusi bagi segala permasalahan pertanian seperti distribusi, pemasaran, harga dan segala aspek produksi yang dibutuhkan. Dari manakah Inovasi itu terlahir? Jawabannya ada pada diri generasi muda Indonesia.

Baca juga: MENTERI PERTANIAN BARU, HARAPAN BARU NEGARA AGRARIS

Di sektor toko digital atau online shop, kita telah melihat pertumbuhan ekonomi yang pesat oleh dampak berbagai macam platform online shop. Strategi yang tepat, cepat dan ramah, membuat online shop menjadi fasilitas baru untuk melakukan transaksi kapanpun dan dimana saja. Bagaimana dengan sektor pertanian? Ya, tentu pertanian juga harus menyesuaikan dan melakukan invasi digital.

Telah banyak aplikasi pertanian lahir dari tangan-tangan generasi muda, yang dapat memudahkan akses-akses sektor pertanian. Kita tahu beragam masalah muncul di dunia pertanian. Seperti masalah harga, pasar, distribusi, transportasi dan masih banyak lagi. Aplikasi pertanian lahir sebagai solusi untuk berbagai macam permasalahan yang ada. Misalnya saja sayur box dan pak tani digital yang akhir-akhir ini digandrungi kalangan pemuda hingga petani dipelosok daerah.

Aplikasi Sayur Box dan Pak Tani Digital
Aplikasi Sayur Box dan Pak Tani Digital

Sayur box adalah aplikasi pertanian yang menghadirkan solusi pemasaran yang lebih ramah, efisien dan elegan. Sayur box didirikan oleh Amanda Susanti selaku Founder & CEO Sayurbox.com pada tahun 2016, dengan slogan “Klik-Panen-Kirim”. Motivasinya membangun start-up sayur box ini karena melihat kenyataan yang tidak mendukung bagi petani, membuatnya ingin membantu mensejahterakan petani. Rantai pemasaran yang panjang dan distribusi hasil pertanian yang kurang baik, mendorong Amanda nekat mambangun start-up ini. Sayur box telah melayani sekitar 8 ribu konsumennya di daerah Jabodetabek, dan tiap tahunnya terus bertambah. Memiliki 50 mitra petani dengan sekitar 600 jenis produk segar didalamnya, membuat sayur box semakin melejit. Sayur box telah mengatasi harga produk yang labil, menawarkan produk yang berasal dari petani lokal dengan harga kebun menjadi strategi utamanya.

Baca juga: PAMERAN MINI PROJECT, MENYONGSONG REVOLUSI PERTANIAN

Berlalih ke Aplikasi Pak Tani Digital. Pak tani digital adalah sebuah platform yang mempertemukan petani dengan pembeli akhir dan semua yang terkait didalamnya. Aplikasi ini lahir dari keresahan anak muda medan yaitu Daniel Morris, Manurung, Rekianto dan Tamrin Imanuel Panggabean yang melihat ketergantungan negara agraris ini pada produk pangan impor. Pak tani digital memiliki beberapa fitur seperti pasar online, supplier fasilitas alat , transporter, pemetaan harga, dan koperasi. Semua fitur tersebut bertujuan untuk memudahkan semua pemangku kepentingan di sektor pertanian, mulai dari petani, penyedia alat dan pembeli akhir. Pak tani digital juga bersifat edukatif karena juga menyediakan fasilitas sosial media yang banyak memberikan tips, pengetahuan dan solusi seputar pertanian.

Dalam membangun sebuah start up Pak Tani Digital, kempat pemuda tersebut menghadapi banyak masalah. Seperti misalnya mayoritas petani di Indonesia gaptek atau kesulitan akan penggunaan ponsel pintar, dan juga agak sulit menemukan orang yang ingin menjadi rekan dalam bekerja. Namun Pak Tani Digital tidak pernah berhenti, Pak Tani Digital saat ini melakukan sosialiasi tentang kemudahan aplikasinya.

Menarik bukan informasi tentang kisah singkat perjalanan start up pertanian Indonesia diatas? Tunggu apa lagi? Tidak ada yang terlalu sulit di era ini, karena semua sangat terbuka dengan hadirnya teknologi. Kita bisa membangun apa saja dengan teknologi, dimanapun dan kapanpun selama ada niat yang besar tentunya dengan usaha yang konsisten. Karena teknologi adalah keniscayaan bagi petani.

Follow us

maupa

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *