Bisnis Kedai Kopi Menjamur, Berikut Tips-Tips Mengelolanya.

Penulis: Muhammad Fauzy Ramadhan

Bisnis kedai kopi yang menggiurkan. Foto by Unsplash.com
Bisnis kedai kopi yang menggiurkan. Foto by Unsplash.com

Saat ini bisnis warung atau kedai kopi menjadi bisnis yang diperhitungkan karena memiliki keuntungan yang menggiurkan. Kedai kopi mulai menjamur di sudut-sudut kota Indonesia. Pelaku bisnis kedai kopi didominasi oleh kaum muda-mudi yang memiliki berjuta kreatifitas membuat kedai kopi yang menarik. Dalam membuat kedai kopi juga perlu membuat strategi bisnis (Business Plan) agar penjualan lebih meningkat, simak beberapa tips mengelola kedai kopi berikut ini:

1. Inovatif

Produk yang baik adalah produk dari hasil inovasi. Dalam membuat suatu produk yang lebih inovatif dan dapat menyenangkan hati konsumen, anda perlu berfikir sekreatif mungkin. Anda bisa mengumpulkan data bagaimana perilaku konsumen, lalu menyusun strategi dan akhirnya terciptalah suatu produk yang inovatif yang sangat dibutuhkan konsumen. Berfikir inovatif bukan hanya berbicara tentang produk, namun juga tentang cara anda menyajikan produk anda.

2. Produk Berkualitas

Produk menjadi senjata utama dalam sebuah usaha. Deteksi bagaimana perilaku konsumen anda, lihat produk mana yang sangat bisa anda jual dan jadikan produk yang anda yakini tersebut menjadi produk utama dari kedai kopi anda.

3. Nice and Cozy

Kedai kopi identik dengan suasana yang nyaman, menjadi tempat kebutuhan konsumen anda. Bayangkan jika produk anda sudah sangat berkualitas, namun tempat dan layanan anda sangat tidak mendukung?. Riset menunjukkan bahwa 50% konsumen akan pergi dari target pasar jika pelayanan yang diberikan sangat buruk.  

Di era ini, kebutuhan akan tempat yang seru dan mengasyikkan menjadi tuntutan utama konsumen. Setidaknya 70% pengujung kedai kopi adalah mereka dari kalangan milenial cenderung sangat butuh fasilitas yang mereka inginkan. Seperti Wi-Fi misalnya sebagai fasilitas untuk menyediakan layanan internet yang baik dan faktor pendukung lainnya. Internet menjadi salah satu hal yang sangat penting bagi kebutuhan kaum milenial.

4. Promosi Tepat Sasaran

Promosi adalah metode atau cara yang digunakan untuk memperkenalkan produk bisnis. Ada banyak teknik-teknik dalam melakukan sebuah promosi. Dalam kegiatan promosi, marketinglah yang sangat menentukan laku atau tidaknya produk anda. Tentunya jika produk anda sudah tepat, maka promosi menjadi strategi yang paling penting.

Agung Widyatmoko menjelaskan salah satu prinsip promosi yang paling efektif. Dalam bukunya 100 peluang usaha, ia menjelaskan bahwa prinsip yang paling ampuh ialah dengan membuat produk yang murah (terjangkau) dengan pembeli yang banyak. Selisih yang anda dapatkan mungkin tidak seberapa, namun fikirkan dengan kepuasan banyak konsumen yang ingin terus membeli produk anda. Karena selisih harga menjadi salah satu penilaian konsumen. Strategi inilah yang saat ini dipakai oleh Mobile Internet (MI) Group, mungkin anda sudah biasa mengenal berbagai macam produk-produk MI Group seperti Xiaomi, Realme dan masih banyak lagi. MI Group menerapkan strategi membuat produk yang murah sehingga dapat dimiliki oleh banyak orang, berbeda  dengan Apple Group yang lebih memilih membuat produk yang sangat canggih namun sangat mahal.

5. Kolaboratif

Jika anda ingin membuat sebuah kedai kopi, tentunya anda juga perlu bantuan dari orang lain. Mulai dari menentukan menu hingga penyajian ke konsumen. Produk anda juga ditentukan dari pelayanan dari tim anda, apakah tim anda cukup mempuni untuk menaikkan penjualan produk.

Dalam buku Cara Gampang Menjadi Kaya Melalui Bisnis karya Marty J. Grunder Jr. sang penulis menyebutkan bahwa jika ingin menjadi wiraswasta sukses maka perlu belajar bagaimana cara membuat sebuah kelompok atau tim yang dapat bekerja bersama-sama utnuk mengejar sebuah tujuan bersama. Martin J. Grunder Jr. adalah pendiri dan direktur utama Grunder Landscapping Company di Dayton, Ohio. Saat Martiy berada ditingkat akhir Universitas Dayton, perusahaannya bernilai $300.000. ia pernah meraih gelar Young Entrepreneur of the Year di negara bagian Ohio.

Tentunya dalam proses kolaboratif juga tidak hanya ditentukan oleh orang dalam sebuah kelompok saja, melainkan “orang yang tepat”. Jim Collins dalam bukunya “Good to Great” mengatakan bahwa aset terbaik sebuah perusahaan bukanlah orang yang berada dalam perusahaan itu, melainkan “orang yang tepat” dalam perusahaan itu. Memang jika kita membangun bisnis dan berusaha untuk membuat tim tidak semudah membalik telapak tangan. Anda butuh orang yang mengerti visi usaha anda kedepannya, yang tak mudah mengeluh dan tentunya dapat meliat peluang dengan jernih serta dapat mengerjakannya.

Bagaimana menurut anda, sangat bermanfaat bukan? Karena membangun usaha sekecil apapun tak selamanya berbicara tentang modal berupa uang.

Follow us

maupa

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *