Di balik Masalah dari Tanaman Eceng Gondok, Ada Manfaat yang Luar Biasa

Penulis: Muhammad Fauzy Ramadhan

 

Tanaman eceng gondok (Eichhornia crassipes). Foto by unsplash
Tanaman eceng gondok (Eichhornia crassipes). Foto by unsplash.

Eceng gondok dianggap menjadi masalah bagi masyarakat Indonesia, menghambat tumpukan sampah hingga mengurangi estetika lingkungan kota. Namun ecdeng gondok memiliki segudang manfaat, khususnya bagi para petani.

maupa.co – Eceng gondok (Eichhornia crassipes) merupakan tumbuhan air mengapung. Tanaman ini memiliki tinggi rata-rata 0,4-0,8 meter. Seorang ahli botani bernama Carl Friedrich Philipp von Martius, pertama kali menemukan tanaman air ini pada saat ekpedisinya di Sungai Amazon, Brazil. Pertumbuhan eceng gondok relatif lebih cepat.

Di Indonesia kita mengenal eceng gondok sebagai gulma yang invasif dan cenderung merusak. Namun di danau Viktoria, Afrika tanaman eceng gondok malah dianggap sebagai emas hijau yang bisa dipanen untuk dijadikan pupuk.

Di lansir dari Youtube (DW Indonesia), petani menganggap pupuk dengan komposisi eceng gondok juga mampu menyimpan dan mengikat air tanah. Sehingga jika musim kemarau datang, petani tak khawatir lagi dengan tanamannya.

Eceng gondok memenuhi danau victoria di Afrika namun sejumlah petani mengubah masalah ini menjadi sumber penghasilan. Petani membantu nelayan yang sulit menangkap ikan dengan menyingkirkan eceng gondok. Banyak orang di sekitar danau victoria berhenti menjadi nelayan, dan memilih sepenuhnya untuk menjadi petani. Petani Afrika yang memanfaatkan eceng gondok sebagai kompos sangat merasakan dampak positif yang besar. Volume panen meningkat dua kali lipat dengan pemberian pupuk eceng gondok.

Baca juga: Bangun Usaha Pertanian dari Atas Tempat Tidur?

Di Indonesia sendiri, eceng gondok sangat mudah dijumpai di danau dan kanal-kanal. Masyarakat Indonesia juga sering kali menganggap tanaman ini sebagai gulma karena merugikan. Akses masyarakat yang mencari ikan terganggu dengan kehadiran populasi eceng gondok yang sangat tinggi. Selain itu, sampah yang jatuh di kanal-kanal juga dapat terhambat akibat populasi eceng gondok yang kian begitu melimpah, akibatnya sampah menjadi menumpuk. Tanaman ini juga mampu meningkatkan daya penguapan, sehingga dapat mempercepat hilangnya air. Jika tanaman ini mati, maka akan turun kebawah dan mengakibatkan pendangkalan.

Tanaman eceng gondok memenuhi kanal di Kota Makassar, Sulawesi Selatan. Foto by Fauzy/maupa.co
Tanaman eceng gondok memenuhi kanal di Kota Makassar, Sulawesi Selatan. Foto by Fauzy/maupa.co

Namun tahukah anda, bahwa dibalik permasalahan yang ditimbulkan dari eceng gondok ada banyak manfaat yang dapat manusia peroleh?. Eceng gondok tidak hanya dimanfaatkan menjadi pupuk organik, tapi dapat juga meningkatkan kualitas biogas. Jika manusia melihat peluang dengan jernih dan niat yang tinggi, eceng gondok dapat menjadi sumber penghasilan.

Baca juga: Tambak Krisis, WWF Indonesia dan Uts Tanam Mangrove di Kampung Nelayan Maros

Dalam penelitian yang dilakukan oleh Universitas Nasional Sains Dan Teknologi Bulawayo Zimbabwe, menunjukkan bahwa pakan sapi yang dicampur dengan tanaman eceng gondok dapat menghasilkan dan meningkatkan kualitas biogas, yang dihasilkan dari kotoran sapi. Selain itu, penelitian ini juga menunjukkan bahwa penambahan eceng gondok dalam komposisi pupuk organik dapat meningkatkan kandungan nutrisi yang lebih banyak bagi tanaman.

Sangat banyak potensi besar yang ada disekitar masyarakat, namun tak mampu dikelola dengan baik oleh masyarakat itu sendiri. Dibutuhkan pola pikir yang jernih agar masyarakat mampu mengelola dan memaksimalkan segala potensi yang ada di sekitar mereka.

Follow us

maupa

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *