DUA UU “HIANATI” KELESTARIAN LINGKUNGAN

Refleksi Hari Lingkungan Hidup Internasional 6 Juni 2022

Penulis: Syamsuddin Simmau

YLBHI-LBH
YLBHI UU Cipta Kerja dan UU Minerba Rusak Lingkungan

Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia (YLBHI) dan 17 Kantor LBH di Indonesia menyoroti Undang-Undang (UU) Cipta Kerja dan Undang-Undang Pertambangan Mineral dan Batu Bara (Minerba) yang dinilai mempercepat dan melegalkan kerusakan lingkungan hidup di Indonesia. Sorotan ini disampaikan pada Senin (6/5/22) melalui siaran pers.

 Maupa.co – Hari Lingkungan Hidup Sedunia yang diperingati setiap tanggal 6 Juni merupakan momen refleksi kelangsungan hidup dan kerusakan lingkungan di seluruh dunia. Pada peringantan ini Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia (YLBHI) dan 17 Kantor LBH di Indonesia menyoroti keberadaan UU Cipta Kerja dan UU Minerba karena “menghianati” prinsip-prinsip pelestarian lingkungan hidup.

Kerusakan Lingkungan
Pencitraan Satelit: Penampakan Kerusakan Lingkungan

Berdasarkan siaran persnya, YLBHI dan 17 Kantor LBH menegaskan, UU No.32 tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup (UUPLH) yang berlaku hingga saat ini mencantumkan bahwa lingkungan yang baik dan sehat merupakan hak asasi setiap warga negara berdasarkan UUD 1945.

UUPLH Pasal 3 mencantumkan bahwa perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup bertujuan untuk melindungi dan menjamin keselamatan, kesehatan dan kehidupan manusia, makhluk hidup dan ekosistem. UU ini juga menjamin terpenuhinya keadilan pada generasi masa kini dan masa mendatang serta menjamin pemenuhan hak atas lingkungan hidup sebagai Hak Asasi Manusia (HAM).

Berdasarkan data YLBHI dan 17 Kantor LBH satu tahun terakhir, kerusakan lingkungan hidup di Indonesia justru semakin meluas dan massif. Kerusakan lingkungan terjadi di sekitar wilayah operasi PLTU, seperti; pencemaran daerah aliran sungai, air laut dan udara.

Krisis Lingkungan Hidup, Waspada
Pencitraan Satelit: Penampakan Kerusakan Lingkungan

Kerusakan lingkungan dirasakan masyarakat, termasuk perempuan dan anak-anak karena keberadaan PLTU berada dekat dengan pemukiman masyarakat. Beberapa dampak negatif kerusakan lingkungan yang dirasakan masyarakat, antara lain; hilangnya wilayah tangkap ikan nelayan, gangguan pernapasan (ISPA) dan hilangnya sumber mata air masyarakat. Siaran pers Instagram lbh_makassar.

maupa

maupa

Kehidupan Berkelanjutan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *