Earth Hour Makassar Serukan Padamkan Listrik Selama Satu Jam: Kurangi Pemanasan Global

Konferensi Pers Earth Hour Makassar di hotel Fox Lite Royal Bay Makassar (19/03)
Konferensi Pers Earth Hour Makassar di hotel Fox Lite Royal Bay Makassar (19/03)

Maupa.co – Pemanasan global yang kian dirasakan menjadi alasan dibalik aksi beberapa komunitas untuk lebih peduli terhadap lingkungan, salah satunya yaitu Earth Hour. Earth Hour adalah komunitas yang melakukan gerakan peduli lingkungan. Komunitas ini diinisiasi oleh World Wide Fund for Nature (WWF),  Di Indonesia sendiri komunitas Earth Hour telah hadir di beberapa kota besar, salah satunya di Kota Makassar.

Pada tahun ini, Earth Hour Makassar kembali melakukan kampanye pemadaman lampu dan peralatan listrik yang tidak terpakai selama satu jam. Aksi ini akan serentak dilaksanakan pada hari Sabtu, 27 Maret 2021 pukul 20.30-21.30 (waktu setempat).

Dalam konferensi pers yang diadakan oleh Earth Hour Makassar pada Jumat (19/03) di Hotel Fox Lite Royal Bay Makassar pukul 09.00 WITA, Dino Kanino yang akrab disapa Nino selaku Koordinator Earth Hour Kota Makassar menjelaskan bahwa, isu pemanasan global menjadi momok akhir-akhir ini. Salah satu pengurangan pemanasan global menurut Dino Kanino yaitu Switch Off atau memadamkan lampu dan peralatan listrik yang tidak terpakai.

“Pemanasan global saat ini lagi marak dibahas, karena kondisi bumi kita mengalami pemanasan global dan kita berusaha untuk menguranginya dengan mengurangi penggunaan listrik yang berlebihan”jelasnya.

Nino menambahkan bahwa penggunaan listrik yang berlebih akan menimbukan polusi udara yang berdampak pada pemanasan global.

“Jika kita menggunakan listrik yang berlebihan akan menghasilkan polusi udara yang bisa menghasilkan pemanasan global”tambahnya.

Pada tahun ini, kampanye Earth Hour Makasar mengusung tema ”Pattasaki’ na Gammaraki”. Kota Makassar terhitung telah 10 kali ikut merayakan aksi Earth Hour ini. Gerakan ini juga mendapatkan dukungan dari beberapa tokoh, diantaranya Duta Earth Hour Makassar, Ir. H. Moh. Ramdhan Pomanto selaku Wali kota Makassar, Dr. Zakir Sabara Haji Wata selaku akademisi, Ustadz Muhammad Nur Maulana dan Ustadz Dr. H. Das’ad Latief, M.si., Ph.d selaku tokoh agama, Fildzah Hidayatil Baqi Burhan selaku Miss Indonesia Sulsel 2013 dan Anggiat Sinaga selaku ketua PHRI Sulsel.  

“Pattasaki’ na Gammaraki” sendiri mempunyai arti bersihkan agar indah. Kampanye Earth Hour Makassar sendiri tidak hanya terpaku pada pemadaman listrik selama satu jam, namun juga melakukan aksi nyata peduli lingkungan mulai dari hal kecil seperti membuang sampah pada tempatnya, memilah sampah hingga melakukan konversi sampah atau daur ulang

Muh. Ikbal Ahkam selaku ketua panitia Switch Off juga menuturkan bahwa aksi ini telah didukung oleh Wali Kota Makassar dengan bentuk pengeluaran Surat Himbauan yang akan dilakukan dengan dua cara yaitu secara daring dan luring dengan menerapkan protokol kesehatan.

“Alhamdulillah aksi ini mendapat dukungan dari Wali kota Makassar dalam bentuk pengeluaran surat himbauan. Aksi ini dilaksanakan menjadi dua yaitu secara daring dan luring dengan menerapkan protokol kesehatan yang ketat.”tuturnya.

Ada beberapa tempat yang menjadi titik Switch Off di kota Makassar, diantaranya Rumah Jabatan Wali kota Makassar, Center Point Of Indonesia, Monumen Mandala, Pantai Losari, Monumen Tugu Mandiri, beberapa hotel dan Restoran di Kota Makassar dan sejumlah ruas jalan di wilayah Kecamatan Ujung Pandang.

Ikbal berharap aksi ini akan sukses berjalan dengan serentak dan menghimbau kepada seluruh pihak untuk menyukseskan aksi ini.

“Insya Allah. Ayo kita gelorakan, sukseskan bersama-sama gerakan Switch Off  ini dan tidak kalah penting juga untuk mematuhi protokol kesehatan”harapnya.

Muhammad Fauzy Ramadhan

Muhammad Fauzy Ramadhan

Penulis, Gitaris dan Pengagum Ketenangan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *