Indahnya Nasionalisme di Kampoeng Bambu

Pengaruh budaya luar tengah memikat hati bangsa ini. Namun, masyarakat dusun Bungung-Bungung bangga terhadap budaya sendiri. Mereka memilih kearifan yang diwariskan nenek moyang daripada menjadi masyarakat yang tercerabut dari akarnya. Hal ini dapat disaksikan pada peringatan HUT Republik Indonesia 17 Agustus 2019 di “Kampoeng Bambu”.

Pelaksanaan upacara pengibaran bendera Merah Putih, umumnya diselenggarakan secara seragam di seluruh wilayah Indonesia. Tapi ada yang berbeda pada pelaksanan upacara bendera di “Kampoeng Bambu”.

Menurut inisiatror Kampoeng Bambu, Wahyuddin Yunus, Kampoeng Bambu juga disebut “Republik Bambu”. Sejatinya, kampoeng ini ialah destinasi wisata kerakyatan dengan bambu sebagai ikonnya, Destinasi ini terletak di Dusun Bungung-Bungung, Desa Toddopulia, Kabupaten Maros.

Upacara bendera yang dilakukan masyarakat berdasar pada konsep budaya lokal. Budaya lokal dapat disaksikan pada penggunaan alat musik pengiring lagu Indonesia Raya. Alat musik yang digunakan adalah suling dan gendang Makassar. Sementara, tiga orang pengibar bendera menggunakan “enggrang” (mallongga, bahasa Makassar).  Selain itu, penyelenggaraan upacara menggunakan bahasa Makassar.

Hal yang tidak kalah uniknya adalah pelaksanaan lomba enggrang setelah upacara bendera. Lomba berlangsung penuh tawa dan suka. Peristiwa ini dimeriahkan pula dengan pengadaan lapak baca. Pengunjung dan anak-anak menikmati sejuknya rerimbun pohon bambu sambil membaca aneka buku bacaan.

Pembacaan puisi oleh Tenaga Ahli Teknologi Tepat Guna Kabupaten Maros, Nurhaji Madjid, turut menyemarakkan. Melengkapi semarak perayaan HUT Republik Indonesia di Republik Bambu masyarakat setempat dan pengunjung menikmati sajian aneka panganan unik bersama. Masyarakat dan pengunjung tampak menikmati sajian bersama desir angin yang membelai liuk rerimbun bambu.

Kegiatan ini diselenggarakan atas kerja sama masyarakat Dusun Bungung-Bungung dengan beberapa komunitas, akedemisi, mahasiswa, pemerintah desa dan media, yaitu; Komunitas Republik Bambu, Karang Taruna Desa Toddopulia, KNPI Kabupaten Maros, Taman Baca Creatif, Marfografi, Maupa TV, PojokSulsel.com dan media lainnya. (Tim Peliput: Ilham Alfais, Imran Herman dan Muh Fauzy Ramadhan). Saksikan videonya di sini

Follow us

maupa

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *