Kebakaran Hutan di Gunung Bawakaraeng-Lompobattang

Penulis: Azwar Radhif

Kebakaran Hutan Gunung Bawakaraeng. Foto by Press Realese

Kebakaran hutan di pelosok daerah Indonesia menjadi topik pembahasan akhir-akhir ini. Salah satu contoh yang baru terjadi adalah kebakaran hutan Gunung Bawakaraeng Sulawesi-selatan. Beragam isu dan penyebab yang bermunculan, mulai dari pembukaan lahan sampai kelalaian masyarakat.

maupa.co Musibah kebakaran hutan menjadi hal yang identik dengan masalah ekologi di Indonesia. Disetiap musim kemarau, ada saja kasus kebakaran yang terjadi. Kasus kebakaran hutan dominan terjadi di daerah kawasan hutan gambut, yang akan sangat mudah tersulut api. Namun, siapa sangka kasus kebakaran hutan terjadi di Gunung Bulu Bawakaraeng?

Masalah kebakaran hutan bukan lagi hal yang asing di gunung Bulu Bawakaraeng. Pasalnya kejadian ini terjadi dalam beberapa tahun terakhir. Hal ini yang kemudian mengundang tanda tanya besar, apa sebenarnya yang terjadi di atas gunung ini.

Belakangan mencuat kabar dari media Tribun Timur pada Jum’at, 30 Agustus 2019. Kebakaran yang terjadi di jalur pendakian Gunung Bawakaraeng, tepatnya pos 1 diduga terjadi akibat ulah manusia.

Baca juga:MASYARAKAT ADAT BERTAHAN DARI BAYANG-BAYANG PENGGUSURAN

Indikasi ini diidentifikasi oleh tim Manggala Agni Ops Daops Gowa yang menyebutkan ada dua dugaan penyebab kebakaran. Pertama, kelalaian manusia yang membuang puntung rokok sehingga menyulut api. Kedua, Warga yang lupa memadamkan api usai mengasapi madu.

Sungai Je'ne Tallasa'
Kondisi Sungai Je’ne Tallasa’ pasca kebakaran hutan. Foto by: Press Realese

Dari data yang didapati melalui Press Release Forum Intelektual Selatan Sulawesi (FISS), ada beberapa titik lain yang juga terdampak dari kebakaran ini. Kawasan yang terdampak dari kebakaran ini adalah sebagai berikut:

  1. Kawasan Hutan Lindung Sungai Tangka II. Kebakaran seluas +- 4,07 Ha ini melahap vegetasi, alang-alang dan hutan jati.
  2. Kawasan Hutan Produksi Lompobattang. Kebakaran terjadi di hutan seluas +- 1,59 Ha, menghanguskan vegetasi semak belukar, alang-alang dan hutan pinus.
  3. Sungai Jenne Tallasa. Kebakaran terjadi pada Rabu, 23 Oktober 2019.
  4. Kawasan Hutan Lindung Sungai Tangka II Bulu Mamajang. Kebakaran seluas +- 4,12 Ha, melahap vegetasi, alang-alang dan hutan jati.
  5. Area Pos 2 dan Pos 3, rute Lembanna. Kebakaran seluas +- 10 Ha.
  6. Jalur Pendakian via Bulu Balle. Kebakaran seluas +- 5 Ha.

Hal ini menuai respon dari Andi Rewo Batari Wanti, selaku kordinator Forum Intelektual Selatan Sulawesi (FISS). Menurutnya “Setiap terjadi kasus kebakaran, bekas puntung rokok dan sisa-sisa pembakaran warga sering menjadi indikasi klasik yang terwacanakan, setelah itu mereduplah berita terkait kasus tersebut”, wawancara kru maupa.

Sisa kebakaran hutan Daerah Pegunungan Bawakaraeng
Sisa kebakaran hutan Daerah Pegunungan Bawakaraeng. Foto by: Press Realese

Hingga kini, belum ada kejelasan yang ditemukan dari pihak pemerintah. Hal ini direspon oleh Forum Intelektual Selatan Sulawesi (FISS) dengan Press Release. Tuntutan yang lahir dari Release ini adalah mendesak pemerintah pusat, provinsi dan daerah untuk segera mengusut, menyelesaikan kasus kebakaran hutan.

Lebih lanjut Andi Rewo menambahkan “Hal menarik dari peristiwa baru-baru ini yaitu kebakaran terjadi hampir bersamaan di beberapa titik yang terbilang sebagai area gerbang kawasan Gunung Bulu Bawakaraeng, ada apa ini? Kenapa itu bisa terjadi? Jika pemerintah benar-benar serius melaksanakan amanat Peraturan Pemerintah No. 4 tahun 2001, maka pemerintah semestinya cepat dan tanggap mengurus hal ini, paling tidak memberi informasi resmi, kami hanya ingin memastikan, apakah itu murni kebakaran atau pembakaran,” ujar kordinator FISS ini.

Baca juga: KRISIS AIR DI KELURAHAN LEANG-LEANG, WARGA MINTA SOLUSI PEMERINTAH

Permasalahan kebakaran hutan yang terjadi setiap tahunnya terlihat tak menuai respon yang lebih dari pemerintah. Belum adanya upaya pemecahan masalah memperjelas kekhawatiran masyarakat, atas keseriusan pemerintah dalam menangani masalah ekologi terkhusus kasus kebakaran ini.

Editor: Fauzy

Follow us

maupa

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *