Kebakaran TPAS Antang; Bencana Alam atau Bencana Manusia?

Kebakaran TPAS Antang
Kebakaran TPAS Antang

maupa.co – Kebakaran di Tempat Pembuangan Akhir Sampah (TPAS) Antang Kecamatan Manggala Kota Makassar berangsur-angsur padam. Kebakaran terjadi terhitung sejak minggu siang, 15 September 2019 dan masih berlangsung hingga Sabtu, 21 September 2019. Kebakaran kini telah berangsur padam. Menariknya penyidik satuan reserse kriminal (satreskrim) Polisi Resort Kota Besar (Polrestabes) Kota Makassar mengindikasikan ada faktor kesengajaan pembakaran sampah oleh oknum. Dilansir dari kompas.com (18/09/2019) ”kebakaran ini terindikasi kesengajaan oleh oknum tertentu. Pasalnya, kebakaran seperti ini terjadi tiap tahun walaupun baru tahun ini asapnya menyelimuti sebagian kota Makassar”.

Berdasar pada hasil penelusuran tim maupa.co, ditemukan bahwa tahun lalu memang juga terjadi hal yang serupa. Uniknya kejadian ini sama-sama terjadi pada musim kemarau. Kejadian kebakaran di TPAS Antang pada tahun 2018 terjadi pada bulan agustus dan oktober. Hal ini juga senada pada tahun 2013 yaitu terjadi pada bulan agustus. Waktu kejadian memiliki pola yang sama, yaitu terjadi pada musim kemarau. Sehingga indikasi kepolisian yang menyatakan bahwa ada faktor kesengajaan dinilai lemah karena kejadian kebakaran TPAS Antang cenderung terjadi pada musim kemarau. Lebih masuk akal jika dinilai itu sebagai sebuah mekanisme alam.

Tumpukan sampah pada dasarnya menghasilkan gas yang bernama Metana. Gas Metana memiliki rumus kimia CH4. Sifat dari gas metana ialah tidak berwarna dan berbau. Gas metana yang memiliki konsentrasi tinggi diudara akan mudah terbakar, apalagi reaksi itu dipercepat dengan suhu udara musim kemarau. Laman resmi Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG), bmkg.go.id memperkirakan suhu udara kota Makassar pada bulan ini antara 26oc hingga 33oc. Menurut data BMKG tentang Potensi Kemudahan Terjadinya Kebakaran Ditinjau dari Analisa Parameter Cuaca, 21 September 2019, Wilayah Sulawesi Selatan disimbolkan merah. Simbol merah ini memiliki makna sangat mudah terjadi kebakaran. Hal ini semakin memperkuat indikasi kebakaran di TPAS antang sebagai mekanisme alam dibanding faktor ulah oknum yang sengaja membakar. Anehnya lagi, bahwa hal ini sudah diketahui tiap tahun terjadi, namun mengapa tidak ada aksi pencegahan yang dilakukan.

Asap Kebakaran TPA AntangKebakaran di TPAS Antang disebutkan sebagai sebuah bencana. Banyak kalangan yang menyoroti asap beracun yang ditimbulkan akibat kebakaran. Asap dari kebakaran itu dapat menuai banyak penyakit. Dilansir dari laman Medcom.id (17/09/2019), Kepala Dinas Kesehatan Kota Makassar, Naisyahtun Azikin menuturkan “Sejak Pertama Posko ini dibuka, sudah ada 42 orang yang terkontaminasi ispa”. Ispa adalah infeksi saluran pernapasan bagian atas, seperti pilek, batuk, irirtasi hidung dan tenggorokan dan sebagainya. Namun, kecendrungan bahwa sampah dilihat sebagai bencana apabila telah membahayakan kehidupan manusia secara langsung. Membahayakan secara langsung misalnya kebakaran. Kebakaran ini menimbulkan polusi udara, menganggu kesehatan manusia dan menganggu aktivitas masyarakat disekitar daerah kebakaran. Padahal gunung-gunung sampah di TPAS Antang adalah bencana yang sesungguhnya, sebuah bencana manusia.

Tumpukan sampah yang terbakar TPAS Antang memiliki luas 16,8 hektar dan diperkirakan telah over kapasitas. Dilansir dari laman makassarinside.com (12/02/2019), Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Makassar, Rusmayani Majid, menyebutkan bahwa sampah yang ditampung di TPAS Antang Kota Makassar mencapai 1.200 ton perhari. Menurutnya sampah 1.200 ton itu hanya bisa diolah sekitar  300 ton. Sisanya 900 ton menumpuk di TPAS Antang. Bentuk pengolahannya seperti pemilahan sampah dan bank sampah. Artinya berat bersih sampah yang masuk di TPAS Antang adalah 900 ton perhari. Itulah jumlah sampah yang kita sumbangkan untuk TPAS Antang secara khusus dan bumi secara umum.

Kebakaran yang terjadi kuat terindikasi sebagai sebuah mekanisme alam. Mekanisme alam dalam membersihkan dirinya. Alam saja mengerti bagaimana caranya membersihkan dirinya, bagaimana dengan kita manusia?. Persoalan sampah harusnya menjadi perhatian semua pihak. Karena tumpukan sampah di TPAS Antang dimulai dari rumah-rumah, restoran-restoran, kantor-kantor dan industri-industri yang saat ini kita jalankan. Penting untuk adanya gerakan konsumsi efektif. Artinya melakukan kegiatan konsumsi secukupnya atau tidak berlebihan, utamanya pada konsumsi plastik. Selain itu penting juga bagi pemerintah untuk membuka ruang terbuka hijau. Ruang terbuka hijau selain menghasilkan udara bersih juga dapat menekan suhu udara akibat pemanasan global.

Editor : Ilham Alfais

Fotografer: Imran Herman

Follow us

maupa

One thought on “Kebakaran TPAS Antang; Bencana Alam atau Bencana Manusia?

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *