P3E SUMA Tingkatkan Kapasitas Kehumasan

Penulis: Ismi Subhan Hehamahua
Editor: Syamsuddin Simmau
Foto: Dokumentasi Kegiatan P3E-SUMA

Kelangsungan Ekologi
Pemateri dan Narasumber Media Briefing dan Pelatihan Penguatan Kapasitas Kehumasan P3E SUMA

Informasi keberlanjutan lingkungan hidup penting terus disebarkan kepada masyarakat. Peran pegawai Hubungan Masyarakat (Humas) dinilai sangat penting menyampaikan informasi berbasis data kepada masyarakat. Karena itu, Pusat Pengendalian Pembangunan Ekoregion Sulawesi dan Maluku Kementrian Lingkungan Hidup (P3E SUMA- KLHK) bekerja sama KlikHijau.com menyelenggarakan Media Briefing dan Pelatihan Penguatan Kapasitas Kehumasan pada Senin-Selasa (28-29/3/2022) di Gedung Rachmat Witoelar P3E SUMA Makassar. Peserta kegiatan berasal 13 Unit Pelaksana Teknis (UPT) dalam Lingkup Satuan Kerja P3E SUMA- KLHK.

maupa.co – Kepala P3E SUMA yang diwakili Sekretaris P3E SUMA, Dr. Azri Rasul menilai Media Briefing dan Pelatihan Penguatan Kapasitas Kehumasan ini sangat menarik karena menggandeng media yang konsen pada lingkungan hidup. Pak Azri, demikian Dr. Azri Rasul akrab disapa, mengharapan agar insan kehumasan dalam lingkup P3E SUMA dapat menimba ilmu untuk memahami cara dan seni menulis sehingga menarik perhatian pembaca dari para narasumber.

Menurut Azri Rasul, dibutuhkan keseriusan dan fokus kerja kehumasan yang lebih berkualitas pada era digital ini. Era digital merupaka era disrupsi dimana banyak terjadi perubahan-perubahan mendasar. Karena itu, insan kehumasan diharapkan memiliki kapasistas yang berkualitas untuk merespon setiap perubahan tersebut.

“Ini penting dan menarik. Karena melibatkan media yang konsen pada lingkungan,” jelas Azri Rasul yang juga sebagai Kepala Tata Usaha P3E SUMA ini.

Keberlanjutan Lingkungan Hidup
Media Briefing dan Pelatihan Penguatan Kapasitas Kehumasan P3E SUMA

Kegiatan ini menghadirkan pemateri yang berkompeten dalam bidang media lingkungan hidup, yaitu; Sapariah Ary (Mongabay), Syamsuddin Simmau (sosiolog media/Pemimpin Redaksi maupa.co), Renny Putery (praktisi kehumasan), Anis Kurniawan (Klik Hijau) dan Taufiq Ismail (Klik Hijau). Fasilitator kegiatan; Wahyuddin Yunus (Penulis dan aktifis lingkungan Republik Kampung Bambu).

Redaktur Mongabay Indonesia, Sapariah Ary mengungkapkan cara menyajikan penulisan berita lingkungan.

“Di Mongabay, kami konsen ke isu-isu lungkungan. Kami juga mendengarkan isu-isu dari KLHK,” tuturnya dihadapan peserta melalui tautan daring.

Menurut Sapariah, struktur penulisan ada beberapa bentuk, yaitu straight news, feature dan siaran pers.

“Dalam pembuatan berita ada model straight news, gunakan model piramida terbalik. Perhatikanlah inti berita pada bagian awal. Terapkan kaidah  5W+1H’ (What, Who, When , Why, Where dan How) yang merpakan kata tanya; apa, siapa, kapan, mengapa, dimana dan bagaimana. Kak Ira, demikian sapaan akrab Sapariah menjelaskan, metode ini, awalnya diperkenalkan oleh Rudyard Kipling (1865), seorang penulis sekaligus penyair.

“Buatlah tulisan yang sangat menarik dan mengunggah minat pembaca. Jangan pernah merubah makna dalam teknik penulisan,” pesan sosok wanita jurnalis senior ini.

Sementara itu, Sosiolog Media Syamsuddin Simmau mengungkapkan realitas masyarakat jaringan yang dikemukakan Manuel Castells. Saat ini, realitas masyarakat adalah jaringan-jaringan melalui internet. Karena itu, informasi demikian cepat berubah.

“Penting untuk menyampaikan informasi berdasarkan data. Ini substansial. Jika tidak maka informasi bersifat fantasi atau hiperfantasy, seperti dikemukakan Jean Baudrillard dengan istilah fantasmagoria. Janganlah membuat pembaca kita hanya menerima informasi sebagai fantasi-fantasi atau citra-citra yang tidak sesuai dengan data,” tandas Syam yang meniti karir jurnalis sejak 1993 ini.

Syam yang juga Pemimpin Redaksi maupa.co mengharapkan agar berita atau media mengedukasi pembaca dibanding hiburan dan pencitraan.

“Fungsi edukasi media yang disampaikan secara intensif, terus menerus dapat mendorong masyarakat untuk melakukan tindakan secara kolektif, khususnya dalam pelestarian lingkungan hidup,” urai Syam yang juga aktif melakukan pemberdayaan masyarakat ini.

Semakin tinggi frekuensi pemberitaan edukasi lingkungan maka semakin kuat pula pengaruhnya kepada publik. Karena itu, menurut Syam, semua pihak harus hadir (presence) dan hadir bersama (co-presence) dalam berbagi informasi dan edukasi tentang pentingnya pelestarian lingkungan hidup.

“Kita berhadarap melalui informasi yang bersifat edukatif itu maka masyarakat bergerak untuk melakukan tindakan pelestarian lingkungan hidup. Jadi perilaku atau tindakan ini yang sangat penting kita dorong melalui edukasi di media. Gunakan semua media, media mainstream, media komunitas dan bahkan media sosial secara terus menerus,” harap Syamsuddin Simmau.

Materi berikutnya disampaikan Founder KlikHijau.com, Anis Kurniawan. Menurut Anis, isu lingkungan saat ini menjadi fenomena yang sangat penting.

Press release atau siaran pers kegiatan bisa disampaikan sebelum kegiatan atau setelah kegiatan dilakukan,” tambahnya

Anis juga mengatakan, siaran pers itu penting karena harus mengandung informasi penting. Perlu pula memperhatikan waktu dan momentum apa yang dapat digunakan untuk membuat siaran pers. Menurut, Anis, siaran pers dibuat sesuai dengan tupoksi masing-masing. Siaran pers tak hanya laporan kegiatan, tapi juga ada pandangan atau pesan penting yang disampaikan.

Kelestarian Lingkungan
Suasana Media Briefing dan Pelatihan Penguatan Kapasitas Kehumasan P3E SUMA

“Harus ada poin penting yang perlu disiapkan dalam membuat siaran pers, Penguasaan bahan dan substansi informasi atau framing,” ungkap penulis kelahiran Butta Panrita Lopi ini.

Anis yang juga direktur penerbitan buku ini menjelaskan, agar siaran pers menarik dan diterima oleh media maka penulisnya harus memperhatikan struktur tulisan yang baik dengan standar EYD (Ejaan yang Disempurnakan).

“Pilihan fokus atau topik tulisan dapat terlihat pada judul yang menarik. Kirimlah rilis kepada media yang relevan. Jangan lupa selalu melampirkan kontak person yang bisa dihubungi media untuk memperoleh informasi tambahan. Persiapkan foto terbaik, model ‘landscape‘ dengan kapasitas maksimal 2 mb. File siaran pers dikirim dalam bentuk word untuk redaksi serta file pdf dishare ke grup tertentu sesuai kebutuhan,” tandas Anis.

Sementara itu, Renny Puteri Harapan Rani, S.Ap, M.Ap hadir membawakan materi bertema Manajemen Komunikasi Media dan Pengelolaan Media Sosial. Ia mengungkapkan strategi merancang konten yang relevan. Konten media sosial (sosmed) kurang diminati jika kaku. Jangan lupa faktor narasi dan  visualisasi.

“Di sinilah peran kita untuk merancang konten yang lebih menarik bagi masyarakat,” jelas Renny.

Renny yang merupakan praktisi kehumasan mengingatkan agar dalam mengelola media sosial, jangan membuat konten yang terlalu kaku.

“Jangan lupa untuk bermain caption, biar pendek-pendek  tapi mudah dicerna. Libatkan tim penyedia konten, Bertransformasilah ke dunia digital. Strategi komunikasi bisa melibatkan dunia milenial dengan melibatkan konten creator. Buat video, ambil foto, buat beritanya. Libatkan tim kreator agar informasi yang ingin disampaikan dapat sampai ke publik melalui penyajian media atau konten di sosmed,”ujarnya di hadapan peserta.

Materi Teknik Fotografi disampaikan, Taufiq Ismail. Menurut Taufiq, dalam dunia fotografi, beberapa aspek sangat berkaitan erat, antara lain; kuasai komposisi fotografi dengan memastikan unsur cahaya.

“Jangan sekali-kali menggunakan digital zoom untuk memperbesar obyek.  Karena akan berpengaruh ke pixel atau ketajaman gambar,” jelas Taufiq yang juga kontributor KlikHijau.com dan pewarta foto.

Taufiq juga memberikan tips agar peserta sering-sering memotret sehingga skill fotografis semakin terasah. Perhatikan angle focus, perhatikan grid foto dan usahakan intens memotret model portrait,” urai fotografer yang juga pemerhati kupu kupu ini.

maupa

maupa

Kehidupan Berkelanjutan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *