Keluh Kesah Petani Garam Pangkep

Akram, warga Labakkang Barat Kabupaten Pangkep yang bekerja sebagai petani garam
Akram, warga Labakkang Barat Kabupaten Pangkep yang bekerja sebagai petani garam. Foto: Imran Herman/Maupa.co

Maupa.co – Garam merupakan bumbu dapur utama yang kehadirannya dibutuhkan penikmat makanan rumahan. Namun, dibalik fungsi garam ini, ada perjuangan petani garam untuk memastikan ketersediaan garam di rumah konsumennya.

Adalah Akram, warga Labakkang Barat Kabupaten Pangkep yang sehari-harinya bekerja sebagai petani garam. Pekerjaan ini telah digelutinya selama 10 tahun terakhir. Kini, ia telah memiliki 5 hektar lahan garam dan juga mempekerjakan 10 orang pekerja tani.

Dia mempekerjakan masing-masing dua orang pekerja untuk setiap 1 hektar lahannya. Dalam sekali panen, omsetnya bisa mencapai 20 karung perpekerjanya. Artinya sekali panen, ia bisa memperoleh hingga 200 karung garam.

Lahan tambak garam Kabupaten Pangkep.
Lahan tambak garam Kabupaten Pangkep. Foto: Azwar Radhif/Maupa.co

Namun selama pandemi Covid-19, pendistribusian garam cukup terhambat. Selain itu, harga garam menurutnya mengalami penurunan sehingga menyulitkan petani garam. “Kendalanya selama covid-19 susah sekali pasarannya garam karena susah dikirim ke daerah-daerah. Harga garam juga turun sekali, makanya kita tampung dulu di gudang”, ujar Akram.

Akram juga mengeluhkan perhatian pemerintah yang dinilainya masih minim beberapa tahun terakhir. “Selama ini petani garam itu kurang diperhatikan, karena mulai 2011 sampai 2012 itu bantuan baru masuk, 2013-2018 tidak menyentuh masyarakat. Ada bantuan tapi lewat koperasi, namun kurang tersebar ke petani garam. Maunya langsung ke petani garam, tidak perlu lewat koperasi, karena kalau melalui koperasi, ketua saja yang pilih-pilih siapa dikasih, keluh Pria Kelahiran Labakkang 31 tahun lalu.

Untuk itu, ia berharap adanya bantuan alat produksi dari pemerintah daerah. “Mudah-mudahan kalau ada bantuan, petani garam bisa dikasih geomembrane, sejenis terpal untuk dialaskan di tanah. Geomembrane itu gunanya mempercepat panen dan hasilnya itu putih karena tidak menyentuh tanah. Harap Petani garam ini.

Selain itu, ia juga berharap dukungan pemerintah kepada masyarakat, khususnya petani garam. “Semoga anak muda bisa dibuatkan lapangan pekerjaan, terutama untuk petani garam bisa di suplai seperti dibikinkan gudang, dan disitu bisa dipakai membuat garam yodium, ujarnya.

Penulis: Azwar Radhif
Editor: Muhammad Fauzy

Follow us
Azwar Radhif

Azwar Radhif

Menulis untuk Cinta dan Keabadian

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *