Keren! Jumat Malam dan Anti Korupsi

Penulis: Ismi Subhan Hehamahua
Editor: Syamsuddin Simmau

Anti Korupsi
Roadshow To Anticorruption Film Festival (ACFFEST) 2022, Foto: Ismi Subhan Hehamahua

Hujan mengguyur Kota Daeng Jumat petang (1/4/2022) kian deras. Sudut jalan kian basah dan sebagian tergenang. Saat itu, notifikasi email untuk berpartisipasi pada perhelatan Anti-Corruption Learning Center (ACLC), Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pun masuk via handphone.

Sebelumnya , Masyarakat Kota Makassar ramai memperingati Hari Kebudayaan pada 01 April 2022. Permigatan ini bertema, ‘Budaya warna warninya  menuju Makassar Kota Metaverse.” Perlahan menyibak langit dalam  temaram malam dengan sahutan klakson silih berganti.

Berpacu dalam keramaian suasana Mall Panakkukang nampak penuh hiruk pikuk penonton malam ini. Aku bergegas berpacu menaiki anak tangga menyusuri eskalator ke arah salah satu bioskop yang cukup terkenal yakni XXI Mall Panakkukang. Aku berharap momentum kegiatan nonton bareng (nobar) dan Diskusi Film Anti Korupsi KPK ini tidak terlewatkan. Sesaat usai registrasi ulang di meja panitia, aku ergegas langkah ke dalam ruang studio sembari mencari kursi kosong yang disorot temaram cahaya minim.

Ismi Subhan Hehamahua
Ismi Subhan Hehamahua, foto: koleksi pribadi

Ada momentum ACHFFEST 2022 berlangsung di Studio XXI Mall Panakkukang, Makassar ini  pada Jumat (01/04/2022). Beberapa film disuguhkan cukup apik dan menarik. Terdapat banyak pesan moral yang terkandung di dalamnya.

Film pendek berjudul: Home sweet home mengawali festival ini. Film ini berlatar kota Palu dengan kisah tentang hunian sementara  (huntara) para keluarga penyintas korban pasca kejadian Tsunami Palu. Film pendek berjudul Unbaedah menyul. Film ini berkisah tentang sosok Baedah yang doyan menambah sesuatu (addobolok atau ndobel ) pada suatu kegiatan. Film berdurasi sekitar 15 menit ini memukau penonton. Mereka terkesima dengan plot cerita film tersebut yang sangat kontras. Meskipun alur plot sederhana namun memukau dengan kisah dalam kehidupan sehari-hari. Ada penjaga makanan yang bertugas menjaga makanan pada saat acara tahlilan berlangsung. Namun, ternyata justru si penjaga makanan yang diam-diam mengmabil makanan secara sembunyi-sembunyi.

Even Roadshow To  Anticorruption  Film Festival  (ACFFEST) 2022 ini merupakan ajang kreasi dan eksibisi yang digagas Kedeputian Bidang Pendidikan dan Peran serta Masyarakat (DEPDIKMAS) atau Direktorat Sosialisasi dan Kampanye Anti Korupsi (Soskam Aksi) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Even ini merupakan perhelatan karya sineas muda yang berasal dari berbagai kalangan ini telah digelar sejak 2013 hingga saat ini di 2022. Film-film yang disajikan membawa penuh pesan moral bagi masyarakat dan peran serta anak muda untuk turut berpartisipasi aktif, kreatif, peduli dan kritis  menuangkan ide-ide  dalam bentuk audiovisual bertema anti korupsi. Kegiatan ini sekaligus mengkampanyekan 9 (Sembilan) nilai-nilai anti korupsi yakni; Kejujuran, Kedisiplinan, Kepedulian, Tanggung jawab, Kerja keras, Kesederhanaan, Kemandirian, Kebenaran dan Keadilan.

Melalui karya-karya ini juga diharapkan media informasi awal kepada masyarakat yang ingin memahami lebih dalam nilai nilai antikorupsi melalui kehidupan sehari-hari. Setelah pemutaran film di atas dilakukan diskusi dari para narasumber.

Acara bincang-bincang dari narasumber Zhaddam Aldhy didaulat sebagai moderator sekaligus Produser dan Sutradara bersama Mohammad Ifdhal, Sosok sutradara pemenang ACHFFEST 2019 pada film Home Sweet Home. Zhaddam yang memandu acara diskusi melontarkan pertanyaan kepada Sutradara Film Home Sweet Home tentang proses story development ketika melihat lokasi setting film.

Menurut Ifdhal, Home Sweet Home adalah karya tahun 2019 diselaikan di Jakarta. Produksi film ini membutuhkan waktu sekitar 5 ( ima) bulan dan diprokdusi saat momen hari anti korupsi pada bulan Desember. Terselip pesan moral dalam film Home Sweet Home ini, yakni kritik sosial pasca bencana. Pesan penting bagi masyarakat adalah adanya praktek korupsi di tengah bencana dan kesulitan masyarakat menyintas bencana.

“Di sini juga dapat ditemukan ketangguhan masyarakat,”pesan Ifdhal.

ACLC
Anti-Corruption Learning Center (ACLC), Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK)

Pesan yang terkirim melalui peran Kasim sebagai aktor kunci. Karakter Kasim di sisi lain adalah korban dari sistem. Ia bermaksud berbuat baik tanpa mengetahui hukum yang berlaku di atasnya. Di sini, ditegaskan bahwa akan selalu terjadi korupsi di Indonesia jika sistem korupi itu masih berlangsung. Ketika masyarakat tidak mempunyai Resiliance atau ketangguhan maka akan gampang dipermainkan.

Sebuah karya tidak terketak pada penilaian salah atau benar tapi terletak pada suka atau tidak suka,”pungkas Ifdhal di penghujung diskusi. Sesi diskusi ini berlangsung menarik karena terjadi interaksi antar nara sumber dan peserta yang hadir di Studio XXI Mall Panakkukang. Apa lagi diskusi juga diselingi dengan game-game menarik.

Pada kesempatan itu, panitia kegiatan mengingatkan bahwa Roadshow to Anticorruption Film Festival (ACFFEST) 2022 akan dihelat kembali pada Mei 2022.

Jangan khawatir, yah. Bagi yang penasaran pada film-film ACFFEST produksi karya anak bangsa ini  dapat mengunjungi Channel  YouTube ACLC KPK atau mengunjungi Instagram Anti-Corruption Learning Center (ACLC) KPK.@aclc.kpk.

“Biasakan yang benar, jangan benarkan yang biasa, yah Gaess.”

maupa

maupa

Kehidupan Berkelanjutan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *