Kisah Arum Manis, Jajanan Tradisional di Tengah Dominasi Snack Industri

Penulis: Azwar Radhif

Arum manis rambut nenek. Foto by Azwar Radhif/maupa.co
Arum manis rambut nenek. Foto by Azwar Radhif/maupa.co

Jajanan arum manis masih bertahan ditengah massifnya konsumsi snack industri. Bentuknya yang unik dan cita rasa manisnya mampu menarik pejajan.

maupa.co – Arum manis, jajanan yang tak asing bagi kalangan generasi 90an. Arum manis memiliki bentuk yang unik, ditambah cita rasanya yang manis menjadi daya tarik tersendiri bagi penikmat jajanan. Arum manis diminati oleh hampir seluruh kalangan, terutama anak-anak sekolah dasar dan menengah.

Arum manis juga sering disebut gulali rambut nenek. Hal ini karena bentuk dan warnanya sangat mirip dengan rambut ubanan orang tua. Jajanan ini masih bertahan hingga saat ini, walaupun pola konsumsi snack sachet dan gulali modern semakin bertambah.

Arum manis rambut nenek dibuat dengan alat sederhana, berbeda dengan arum manis modern yang dibuat menggunakan mesin. Arum manis rambut nenek dibuat dengan bahan tepung terigu, gula, dan telur. Bahan-bahan itu dimasak dan dibentuk sedemikian rupa hingga menyerupai rambut. Setelah didiamkan beberapa saat, arum manis akan berbentuk kristal gula. Kristal gula tersebut akan mencair dan mengeluarkan rasa manis ketika dimakan.

Baca juga : PERTANIAN “ORGANIK”, PERTANIAN MASA DEPAN

Amin Dollah adalah satu dari tiga penjual arum manis di Kota Parepare yang masih bertahan hingga kini. Pak Amin telah berjualan Arum manis sejak tahun 2000. Kini, Pak Amin telah berumur 80 tahun. Namun, ia masih sanggup berjalan sepanjang lebih 10 kilometer setiap hari untuk menawarkan jajanannya. Arum manis ia simpan dalam sebuah kaleng berbentuk huruf U dengan beberapa kantong pada sisinya.

Kantong-kantong itu selain berfungsi menyimpan barang juga berfungsi sebagai gendang atau alat musik pukul. Biasanya penjual akan memukul-mukul kantong-kantong kaleng sehingga mengeluarkan bunyi-bunyian tertentu. Hal ini dimaksudkan untuk memanggil pelanggan, terutama anak sekolah yang memiliki keingintahuan yang besar.

Amin Dollah, Salah Satu Penjual Arum Manis. Foto by Azwar Radhif/maupa.co

Harganya pun terjangkau, anda telah dapat menikmatinya hanya dengan seribu rupiah. Jajanan ini masih digemari banyak pembeli, biasanya arum manis akan habis dibeli pelanggan saat sore hari. Kebanyakan pembeli Arum manis adalah anak sekolah dasar dan masyarakat yang hendak berromantisme dengan jajanan ini.

Arum manis masih menjadi daya tarik tersendiri bagi penikmat jajanan street food karena keunikan. Jajanan ini pada awalnya ditemukan di Italia, namun arum manis rambut nenek merupakan salah satu jenis jajanan arum manis khas Indonesia, tepatnya di Provinsi Jawa Timur. Jajanan ini masih bertahan dengan romantismenya, walaupun popularitasnya kian surut.

Baca jugaLEANG TIMPUSENG, EKSOTISME GUA KARS MAROS

Konsumsi snack/jajanan kini tengah menjadi kebutuhan masyarakat Indonesia. Terutama pelajar dan pekerja yang membutuhkan asupan ditengah jeda rutinitasnya. Hasil survey yang diadakan oleh Mondelez menemukan bahwa biskuit industri menempati posisi teratas jajanan favorit masyarakat Indonesia. Nilai bisnis konsumsi jajanan masyarakat Indonesia mencapai 243 Trilliun Rupiah, sungguh pasar yang sangat mengiurkan untuk pelaku bisnis snack industri.

Tapi  akankah jajanan tradisional mampu bersaing dengan jajanan industri dimasa mendatang?. Tentunya perlu ada modifikasi pada jajanan traditional, khususnya arum manis rambut nenek.

Penulis : Azwar Radhif
Editor : Ilham Alfais

Follow us

maupa

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *