Pentingnya Sekolah Desa

Chaidir Syam- Wakil Ketua DPRD Kabupaten Maros

Masyarakat Dusun Bungung-Bungung, Desa Toddopulia Kabupaten Maros bersama dengan KNPI Kabupaten Maros dan wakil ketua DPRD Kabupaten Maros, A.S Chaidir Syam, berkumpul di destinasi wisata “Kampoeng Bambu”. Mereka berkumpul dalam rangka berdiskusi jelang HUT Republik Indonesia 17 Agustus 2019. Diskusi ini merupakan rangkaian kegiatan Festival Republik Bambu. Diskusi ini mengusung tema “Sudahkah Pemuda Berdikari?”. Pembicara utama pada diskusi terdiri dari tiga orang yaitu Wahyuddin Yunus, selaku penggagas Kampoeng Bambu, Herwan, selaku ketua KNPI Kabupaten Maros dan A.S Chaidir Syam, selaku wakil ketua DPRD Kabupaten Maros.

Walaupun kegiatan ini telah lama berlalu, namun masih ada jejak yang ditinggalkan. Jejak itu ialah gagasan tentang sekolah desa. Gagasan ini diungkapkan Ketua KNPI Kabupaten Maros, Herwan, saat diwawancarai setelah diskusi, 16 Agustus 2019. Sekolah desa menurut Herwan adalah pengembangan konsep dari pemuda mandiri/berdikari. “pemuda mandiri yang kami maksud adalah pemuda yang kreatif dan bisa berinovasi di wilayah masing-masing” ungkapnya.

Herwan – ketua KNPI Kabupaten Maros

Pemuda mandiri bukanlah konsep yang baru. Dilansir dari Kompas.com , Kemenpora sejak tahun 2016 telah menggagas konsep pemuda mandiri. Kemenpora memilih 15 pemuda mandiri perwakilan berbagai daerah di Indonesia. Langkah Kemenpora ini bertujuan untuk menekan tingkat urbanisasi pemuda. Pemuda di desa biasanya memilih bekerja di kota dari pada membangun desanya.

Menurut Herwan, sekolah desa bukan sekolah formal. Sekolah desa ialah sebuah program sekolah informal di desa. Sekolah desa akan berfokus pada pendidikan dan keterampilan, termasuk pada pelatihan pengolahan potensi desa. Gagasan sekolah desa oleh Herwan didukung oleh wakil ketua DPRD Kabupaten Maros Chaidir Syam. “kita berharap kedepan semua desa tidak berfikir infrastruktur secara fisik saja. Tetapi, bagaimana dia bisa menghasilkan ide-ide yang cemerlang dengan berbagai kegiatan-kegiatan produktif” ungkap mantan ketua KNPI Kabupaten Maros ini.

Suasana Diskusi – Festival Republik Bambu

Konsep pemuda mandiri dan program sekolah desa diharapkan dapat menjawab permasalahan perdesaan, terutama permasalahan urbanisasi pemuda. Semoga pemuda-pemuda desa tergerak untuk membangun desanya. (tim peliput ; Ilham Alfais dan Muh. Fauzy Ramadhan). Cek videonya di sini.

Follow us

maupa

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *