Krisis Air di Kelurahan Leang-Leang, Warga Minta Solusi Pemerintah

Penulis: Abustan Dj.

Perjalanan warga kampung Bontolabbu, Kelurahan Leang-Leang ketika mengambil air
Perjalanan warga kampung Bontolabbu, Kelurahan Leang-Leang ketika mengambil air

Krisis air di Kelurahan Leang-Leang Kabupaten Maros yang berkepanjangan, membuat masyarakat menjadi resah. Diperlukannya solusi dari pihak pemerintah, yang tidak hanya memperhatikan pemenuhan kebutuhan air untuk perusahaan tambang.

maupa.co – Matahari baru saja muncul dari persembunyiannya, rumput-rumput masih kering dan daun-daun banyak berguguran. Rombongan warga terlihat antri saat masih sangat pagi di sumur. Mereka adalah warga kampung Bontolabbu, Kelurahan Leang-Leang. Mereka berjalan kaki kurang lebih sejauh 1 Km untuk sekedar mencuci, mandi, mengambil air untuk kebutuhan sehari-hari dan ternaknya.

Rasanya kurang wajar jika ada warga kelurahan Leang-Leang yang harus rela berjalan kaki kurang lebih 1 Km, antri dan berdesak-desakan di sumur untuk mendapatkan air. Sementara Kelurahan Leang-Leang terletak tidak jauh dari sumber mata air Bantimurung. Kelurahan Leang-Leang sendiri merupakan salah satu kelurahan yang ada di Kecamatan Bantimurung.

Anehnya ketika banyak warga Kelurahan Leang-Leang mengeluh kekurangan air , Diatas tanah Leang-Leang melintas pipa dari mata air Bantimurung menuju lokasi pertambangan PT SEMEN BOSOWA. Namun, air Bantimurung tersebut hanya numpang lewat di tanah Leang-Leang.

Menurut warga Bontolabbu, krisis air mulai dirasakan pada bulan September lalu. Mereka harus mengambil air dari sumur satu ke sumur yang lainnya. Puncaknya di Bulan Oktober ini, Mereka harus berjalan kaki sejauh kurang lebih 1 Km untuk bisa mendapatkan air bersih.

Pertemuan pemerintah kelurahan Leang-Leang bersama dengan Dinas PUPR, PANSIMAS, KPSPAM, Serta masyarakat Kelurahan Leang-Leang
Pertemuan pemerintah kelurahan Leang-Leang bersama dengan Dinas PUPR, PANSIMAS, KPSPAM, Serta masyarakat Kelurahan Leang-Leang

Masyarakat Leang-Leang khususnya Kampung Bontolabbu sangat berharap pemerintah bisa segera memberikan solusi terhadap krisis air.

Rabu,23 Oktober 2019. Pemerintah kelurahan Leang-Leang bersama dengan Dinas PUPR, PANSIMAS, KPSPAM, Serta masyarakat Kelurahan Leang-Leang melakukan pertemuan guna membahas kekeringan yang terjadi dan sekaligus membahas penggunaan jaringan air bersih yang dibangun oleh dinas PUPR Kab. Maros.

Sekumpulan warga dalam perjalanan untuk mengambil air
Sekumpulan warga dalam perjalanan untuk mengambil air

Lurah Leang-Leang (Burhan.B) menyampaikan bahwa, sebagian wilayah Maros saat ini bermasalah dengan air bersih, utamanya wilayah pesisir Maros. Di Leang-Leang sendiri sudah mulai merasakan krisis air bersih, namun tahun ini Leang-Leang mendapatkan bantuan jaringan air bersih melalui Dinas PUPR Kab. Maros.

Namun, Lurah Leang-Leang belum bisa mengambil sikap untuk penggunaan jaringan air bersih tersebut karena belum ada serah terima dari pihak PUPR sendiri. Lurah Leang-Leang berupaya meminta agar Dinas PUPR segera melakukan penyerahan wewenang penggunaan air dikarenakan masyarakat sudah sangat membutuhkan air bersih.

Dari pihak Dinas PUPR sendiri yang diwakili oleh Kabid Cipta Karya ( Ibu Eni) dalam pertemuan tersebut mengatakan bahwa, pembangunan jaringan air bersih dikelurahan Leang-Leang sudah selesai. Tapi pihak rekanan belum melakukan penyerahan karena masih memiliki kewajiban untuk melakukan pemeliharaan selamat 4 bulan.

Lebih lanjut kabid cipta karya menyampaikan, bahwa masyarakat dibolehkan menggunakan jaringan air tersebut dengan cara menghubungi pengelola.

Semoga pemerintah peka dan cepat tanggap terhadap permasalahan ini, karena sudah menjadi masalah bagi masayarakat setempat dari tahun ke tahun. Lebih mendengarkan suara masyarakat dibanding mendengar suara perusahaan yang berupaya mengambil kesempatan.

Follow us
maupa

maupa

Kehidupan Berkelanjutan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *