Lindungi Hutan Bambu di Kabupaten Maros

Citra Wilayah Desa Toddopulia. Sumber: Google Earth

Rimbun hutan bambu di Dusun Bungung-Bungung Desa Toddopulia Kecamatan Tanralili Kabupaten Maros menyajikan udara segar dan panorama eksotis. Di tempat inilah tempat wisata Kampung Bambu berada. Namun, eksotisme hutan bambu yang menyumbang udara segar ini segera punah jika tidak dilindungi.

Maupa.co-maros-Kampung Bambu, sebuah kata kunci Hutan Bambu yang dikhawatirkan segera punah jika masyarakat setempat dan Pemerintah Kabupaten Maros tidak melakukan upaya serius untuk melestarikannya. Ini penting dibincangkan secara serius karena aktifitas penambangan tanah timbunan untuk pembangunan perumahan di wilayah Kota Makassar dan Maros semakin massif terjadi.

Citra Google Earth menunjukkan erosi pada sungai dari lahan terbuka di salah satu wilayah di Desa Toddopulia Maros (ditelusuri, Minggu (28/3/21)
Citra Google Earth menunjukkan erosi pada sungai dari lahan terbuka di salah satu wilayah di Desa Toddopulia Maros (ditelusuri, Minggu (28/3/21)

Penelusuran yang dilakukan dengan Google Earth pada Minggu (28/3/21) menunjukkan bahwa Desa Toddopulia Kecamatan Tanralili bukanlah wilayah hijau yang dipenuhi hutan bambu. Meskipun, ketika melakukan perjalanan ke daerah ini, rimbun pepohonan bambu seakan menutup mata pengunjung. Hembusan angin semilir, sejuk, terasa menembus lubuk pikiran yang dalam. Gemerisik dedaunan bambu bagaikan instrumen musik alam penenang pikiran. Tapi, jangan terpedaya. Alam memang selalu ramah, menawan dan cantik. Sesungguhnya, ia sedang memendam rasa sakit yang teramat sakit.

Lagi-lagi, gambar pencitraan Google Earth menunjukkan, ada lahan terbuka di pinggir Sungai Maros yang juga melintas di daerah ini. Gambar ini menunjukkan bahwa telah terjadi erosi di aliran sungai yang diduga mengalir dari lahan terbuka tersebut. Lagi-lagi, waspadalah. Mari lindungi hutan bambu.

Lalu, mengapa penting berbicang tentang bambu ? Karena bambu adalah anugerah Tuhan yang memiliki manfaat istimewa bagi kelangsungan hidup manusia di Bumi. Publikasi forestsnews.cifor.org yang diakses, Minggu (28/3/21) menuliskan, penelitian terbaru menunjukkan bahwa jasa ekosistem hutan bambu mampu mendukung alam, perkebunan, padang rumput dan pertanian. Selain itu, hutan bambu terbukti efektif dalam menstabilkan lereng dan mengendalikan erosi tanah dibanding dengan praktik pemanfaatan lahan lain seperti hutan atau padang rumput.

Salah satu aktifitas warga di Kampung Bambu, Toddopulia. Foto: Imran Herman
Salah satu aktifitas warga di Kampung Bambu, Toddopulia. Foto: Imran Herman

Bambu juga memiliki banyak manfaat lain, seperti untuk konstruksi, kerajinan, industri bahkan bahan pangan. Khusus tentang pangan, sebagimana dikutip dari www.alodokter.com, disebutkan bahwa dalam  satu porsi rebung bambu atau sekitar 100 gram, terkandung sekitar 25 kalori dan aneka nutrisi berikut; 2–2,5 gram protein, 4–5 gram karbohidrat, 2 gram serat, 2 gram gula, 60 miligram fosfor, 500 miligram kalium, 1,1 miligram zinc, 13 miligram kalsium, 4 miligram vitamin C. Dijelaskan pula bahwa rebung bamboo mengandung vitamin A, vitamin B kompleks, vitamin E, serta beragam mineral, seperti;  magnesium, selenium, mangan, dan zat besi. Rebung juga kaya kandungan antioksidan, seperti polifenol dan flavonoid.

Dengan demikian, jelaslah bahwa hutan bambu di Kampung Bambu, Dusun Bungung-Bungung Desa Toddopulia Kecamatan Tanralili Kabupaten Maros bukan sekadar tempat melepas penat ketika jenuh beraktifitas di kota tapi jauh lebih besar dari itu. Karena hutan bambu adalah salah satu penyumbang udara terbersih di bumi ini. Mari lindungi hutan bambu.

 

 

 

Syamsuddin Simmau

Syamsuddin Simmau

Ingatan adalah monumen sesungguhnya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *