Mantap! FISIP Universitas Sawerigading Respon Cepat Pembelajaran Abad 21

Webinar FISIP Unsa & Literasi Institut
Webinar FISIP Unsa & Literasi Institut

Model Pembelajaran Abad 21 menekankan pentingnya penerapan Information and Communication Technology (ICT), konstruksi pengetahuan, kolaborasi, regulasi diri, pemecahan masalah dan inovasi terhadap permasalahan yang dihadapi masyarakat. Indikator ini terungkap dalam “Webinar 21st Century Learning Design” yang diselenggarakan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Sawerigading Makassar bekerja sama dengan Literacy Institute pada Senin (12/4/2021).

Maupa.co-Tantangan pembelajaran abad 21 saat ini semakin kompleks. Oleh karena itu dibutuhkan desain model pembelajaran yang responsif dan menjadi solusi berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat dewasa ini. Tantangan tersebut harus mendapat respon aktif dan cepat dari perguruan tinggi di Indonesia. Tindakan inilah yang dilakukan FISIP Universitas Sawerigading (Unsa) Makassar bekerjasama dengan Literacy Institute Kendari melalui webinar. Dekan FISIP Unsa Makassar, Dr. Adi Sumandiyar, S.Sos, M.Si mengemukakan pernyataan ini kepada maupa.co.

Dr. Adi Sumandiyar, S.Sos., M.Si.
Dr. Adi Sumandiyar, S.Sos., M.Si.

Pembicara dalam webinar tersebut ada tiga, yaitu; Dekan FISIP Unsa Makassar, Dr. Adi Sumandiyar, S.Sos, M.Si, Direktur Literacy Institute, Dr. Ambo Upe, S.Sos, M.Si, yang juga Dosen Prodi Sosiologi Fisip Universitas Halu Oleo Kendari, dan Dosen Prodi Sosoiologi FISIP Unsa Makassar, Dr. Arda, M.Si. Webinas dipandu oleh Dosen Prodi Sosoiologi FISIP Unsa Makassar, Hasruddin Nur, S.Pd., M.Pd.

Dr. Adi, sapaan Dekan FISIP Unsa Makassar,  menjelaskan dalam materi berjudul Knowledge Construction (Konstruksi Pengetahuan) bahwa konstruksi pengetahuan terjadi ketika mahasiswa mampu melakukan tindakan yang melampaui materi pembelajaran dari kampus. Selain itu mahasiswa juga mampu melampaui pengetahuan untuk menghasilkan pemahaman dan ide-ide baru.

“Artinya, dalam konstruksi pengetahuan terdapat ide-ide utama yaitu mahasiswa tidak hanya meniru apa yang telah dipelajarinya tapi mahasiswa harus mampu menghasilkan gagasan baru, berpikir kritis, mampu membekali dirinya melalui interpretasi, analisis, sintesis, mengevaluasi informasi, mampu menarik kesimpulan dan aplikatif,” terang Adi.

Pada kesempatan yang sama pemateri lainnya, Dr. Ambo Upe, S.Sos, M.Si mengemukakan bahwa desain pendidikan abad 21 mendorong peserta didik untuk memiliki kemampuan membangun kerjasama (collaboration), keterampilan berkomunikasi (skilled communication), mampu mengkonstruksi pengetahuan baru (knowledge construction), memiliki kemampuan mengatur diri (self regulation), mampu berinovasi dan mampu menyelesaikan masalah dalam dunia nyata serta yang tidak kalah pentingnya adalah mampu menggunakan ICT.

Dr, Ambo Upe
Dr, Ambo Upe

Pemateri lainnya, Dr. Arda, M.Si menekankan pentingnya mahasiswa menguasai keterampilan berkomunikasi (skilled communication) dalam kehidupan masyarakat saat ini. Mahasiswa diharapkan mampu menggunakan berbagai moda teknologi komunikasi dalam menyampaikan pesan yang saling berhubungan dan secara logis. Kemampuan berkomunikasi dengan baik mendorong terciptanya kemampuan membangun jaringan dan kerja sama pada saat ini.

Oleh karena itu, penyelenggara pendidikan, khususnya perguruan tinggi, diharapkan dapat menciptakan iklim pembelajaran yang mendukung model pembelajaran abad 21 untuk merespon dunia kerja yang semakin kompetitif saat ini. Kegiatan webinar ini merupakan bagian utama dalam rangka mendukung program Kemendikbud, yaitu; Kampus Merdeka, Merdeka Belajar yang saat ini sedang gencar disosialisasikan di perguruan tinggi.

Webinar ini diikuti kalangan dosen, mahasiswa S1 dan S2 serta kalangan pemerhati pendidikan.

Syamsuddin Simmau

Syamsuddin Simmau

Ingatan adalah monumen sesungguhnya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *