Mengagumkan, Ada Kebun di Dasar Laut?

Penulis: Muhammad Fauzy Ramadhan

"Taman Nemo", Perkebunan di dasar Laut Wilayah Utara Italia. Foto by Nemosgarden.com
“Taman Nemo”, Perkebunan di dasar Laut Wilayah Utara Italia. Foto by Nemosgarden.com

 

Maupa.co – Apakah kamu tahu? Perkebunan ternyata sudah dapat dijumpai tidak hanya di daratan, tapi juga di dasar laut loh. Taman Nemo adalah nama perkebunan sayur yang digagas oleh Ocean Reef Group. Perkebunan dasar laut yang dipelopori oleh Sergio Gamberini tersebut terletak di bagian Wilayah Utara Italia. Perkebunan itu dibangun pada kedalaman 100 meter dibawah laut.

Berbahan dasar akrilik berbentuk balon dan dapat menampung sekitar 2000 liter udara, perkebunan dasar laut tersebut sejauh ini mulai memproduksi sayur dan kacang-kacangan. Pengamatan dan perawatannya sangat unik, karena peneliti harus turun ke dasar laut dan masuk ke dalam akrilik tersebut. Kemudian setelah masuk ke dalam akrilik tersebut, peneliti akan mendapatkan udara setelah berada didalam akrilik. Jika peneliti telah masuk kedalam akrilik maka setengah tubuhnya saja yang akan berada di dalam air dan selebihnya berada diatas permukaan air.

Ada beberapa faktor yang membuat Sergio Gamberini tertarik membuat penelitian itu. Ia mengaku bahwa membuat perkebunan yang tidak biasa ini bertujuan memberikan solusi untuk permasalahan pangan. Salah satunya yaitu maraknya penggunaan pestisida yang terus menghantui kesehatan manusia. Perkebunan Nemo ini akan mengurangi bahkan meniadakan penggunaan pestisida.  

Baca juga: Pertanian “Organik”, Pertanian Masa Depan

Gamberini mengatakan bahwa “setidaknya pertanian tradisional menggunakan 70% air tawar di seluruh dunia dan kelangkaan air meningkat pesat. Jadi pertanian adalah sektor yang paling rentan terkena dampak perubahan iklim”. Gamberini juga mengungkapkan bahwa konsep pertanian yang digagasnya tersebut dapat menjadi sistem pertanian berkelanjutan. Sistem perkebunannya tersebut ternyata tidak membutuhkan listrik, air tanah , hingga sistem pengatur suhu ruangan. Gamberini mengklaim bahwa perkebunannya hanya membutuhkan sinar matahari.

Penampakan akrilik Taman Nemo Perkebunan di dasar Laut Wilayah Utara Italia. Foto by Nemosgarden.com
Penampakan akrilik Taman Nemo Perkebunan di dasar Laut Wilayah Utara Italia. Foto by Instagram @nemos_garden_official

Mekanisme dari perkebunan nemo ini sangatlah sederhana. Laman resmi nemosgarden.com memaparkan bahwa tanaman akan mendapatkan suplai air dari proses alami desalinasi air laut. Perbedaan temperatur antara temperatur laut dan temperatur dalam akrilik perkebunan nemo, membuat air laut menguap dan meninggalkan endapan yang berada pada dinding akrilik perkebunan itu. Air yang mengendap kemudian menjadi air tawar dan akan menetes membasahi tanaman. Ternyata suhu laut yang hangat dan hampir konstan antara siang dan malam, menjadikan tanaman tumbuh dengan ideal.

Sergio Gamberini sedang melakukan pengawasan Taman Nemo di monitor. foto by instagram @nemos_garden_official
Sergio Gamberini sedang melakukan pengawasan Taman Nemo di monitor. foto by instagram @nemos_garden_official

Namun penelitian Gamberini itu ternyata masih rentan akan berbagai permasalahan bencana alam. Gamberini dan timnya saat ini masih terus melakukan pengembangan agar nantinya konsep pertaniannya tersebut dapat diterapkan secara komersil.

Bagaimana menurut kamu, apakah konsep pertanian Gamberini tersebut dapat diterapkan di perairan Indonesia yang dikenal dengan negara kepulauan?

Follow us

maupa

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *