Mantap! Operasi Senyap BBKSDA Sulsel, Dari Elang Berontok Sampai Kerang Dilindungi

 

Pertanggungjawab Siaran Pers: Eko Yuwono, S.Hut.
Editor: Syamsuddin Simmau
Foto: Dokumen BBKSDA Sulsel

Nisaetus cirrhatus
Evakuasi barang sitaan berupa jenis Elang Berntok (Nisaetus cirrhatus) dilindungi

Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Sulawesi Selatan melalui Tim Wildlife Rescue Unit (WRU) Bidang Wilayah II Pare-pare, melakukan operasi senyap selama dua hari, 31 April s/d 01 April 2022 untuk menindaklanjuti laporan masyarakat. Pada hari pertama dilakukan observasi lapangan terkait laporan masyarakat bernama Andi Ahmad Irfa yang diduga menemukan satwa jenis Elang di Pekebunan milik Alamsyah Ahmad. Demikian siaran pers BBKSDA yang dirilis kepada maupa.co pada (4/42022). Siaran pers bernomor SP.16/K.8/TU/Humas/04/2022.  

maupa.co – Berdasarkan siaran pers BBKSDA diketahui bahwa informasi Andi Ahmad Irfa menjelaskan seorang warga bernama Alamsyah Ahmad menemukan seekor elang ketika perjalanan pulang dari kebun menuju rumahnya. Lokasi perkebunan itu sendiri terletak di Jalan AM. Yahya P.Nai Kabupaten Barru.

Alamsyah dalam keterangannya mengatakan, “Anu kudapat waktu pulang dari kebun, Pak. Kuperhatikanki, ada luka di kepala sama sayapna. Jadi tidak bisaki terbang terus kubawa pulang mi,  Pak. Ku kasih masuk di kendang ayamku,” terang Alamsyah.

Tim WRA BBKSDA
Diskusi Tim WRA BBKSDA Sulsel

Selanjutnya, petugas WRU melakukan identifikasi terkait jenis elang dan kondisinya.  Alhasil jenis elang yang ditemukan Alamsyah adalah jenis elang berontok (nisaetus cirrhatus) termasuk ke dalam jenis satwa dilindungi sesuai Peraturan Menteri LHK Nomor P.106/2018 dan memiliki sebaran yang luas di lndonesia meliputi Sumatera, Kalimantan, Jawa, Bali, dan Nusa Tenggara.

Terkait kondisi satwa elang, Muh Taufan selaku personil WRU yang turun ke lokasi mengatakan, “Dari observasi kami kondisi satwa kesehatan satwa cukup buruk, bola mata sebelah kiri memutih, ada kemungkinan menderita katarak kemudian kedua sayapnya dalam keadaan terpotong,” terang Taufan.

Hasil diskusi tim BBKSDA Sulsel dan Alamsyah, elang berontok ini diserahkan ke BBKSDA Sulsel untuk penanganan lebih lanjut keesokan harinya, Jumat (01/4/2022)

Masih di hari yang sama, setelah tim melakukan observasi di tempatnya Alamsyah tim WRU BBKSDA Sulsel melakukan pengintaian di lokasi kedua. Pengintaian ini berdasarkan laporan terkait adanya aktifitas jual beli jenis kerang dilindungi di daerah Mattirotasi Kab. Barru.

Petugas menyamar menjadi calon pembeli. Tiga personil WRU Fadillah, Eva dan Taufan melakuan interaksi dengan penjual kerang sembari menggali informasi tentang kerang-kerang yang mereka jual dan diduga dilindungi.

Fadillah yang seorang penyuluh kehutanan WRU juga mahir dalam mengorek informasi ketika ada operasi pengintaian mengatakan, “Bisa dipastikan jenis kerang-kerang yang diperdagangkan ada yang masuk jenis dilindungi seperti jenis Kepala Kambing dan beberapa jenis Kima raksasa,” jelas Fadillah.

Kerang Dilindungi
Tim WRA BKSDA Sulsel mengamankan Kerang Dilindungo

Sementara itu Eva menambahkan, sebagian besar penjual-penjual kerang tersebut merupakan wajah lama atau pelaku penjualan kerang ilgal sebelumnya.

Setelah mengolah informasi yang masuk, tim berdiskusi untuk melakukan operasi dadakan pada esok harinya, Jumat 01 April 2022 dengan tambahan personil yang berada di Kantor Bidang KSDA Wilayah II Pare-pare.

Esok harinya, pada 01 April 2022, operasi mendadak itupun dilaksanakan sesuai rencana. Bersama tambahan personil dan kendaraan evakuasi tim WRU berhasil mengamankan barang bukti berupa jenis kerang uang dilindungi dan satu ekor Elang Berontok serahan Masyarakat.

Adapun rincian hasil kegiatan dua hari 31 Maret sampai dengan 01 April 2022 adalah sebagai berikut: (a) telah dilakukan serah terima 1 (satu) ekor satwa liar jenis Elang Brontok dari Bapak Alamsyah Ahmad dengan BBKSDA Sulsel dengan BAST No: BA. 66/K.8/BKW.II/KAP/04/2022 tanggal 01 April 2022; (b) telah dilakukan penyitaan kerang dilindungi undang-undang dari beberapa pedagang di pesisir Mattirotasi Kab. Barru. Jenis yang disita adalah Kepala Kambing (Cassie cornuta), Kima (Tridacna maxima) dan beberapa jenis lainnya.

Kerang dilindungi
Jenis Kerang dan Elang yang dilindungi disita TiM WRA

Kepala Balai Besar KSDA Sulawesi Selatan Ir. Jusman mengapresiasi operasi cerdas yang dilaksanakan Tim WRU Parepare dua hari ini.

“Terimakasih dan apresiasi sebesar-besarnya saya berikan kepada tim yang terus bekerja tanpa lelah sehingga operasinya berjalan lancar. Prioritas selanjutnya mohon untuk dipantau kesehatan dan treatment yang sesuai agar elang berontok itu sehat kembali,” jelas Jusman.

Jusman menegaskan agar pelaku-pelaku penjual kerang dilindungi terus diedukasi. Sehingga terjadi penyadartahuan masyarakat. Kegiatan semacam ini harus terus berkolaborasi dengan instansi terkait seperti Dinas Kelautan dan Perikanan, Balai GAKKUM, Polri dan masyarakat.

maupa

maupa

Kehidupan Berkelanjutan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *