Pahlawan Dibalik Keindahan Hutan Indonesia

Penulis: Muhammad Fauzy
Hutan Indonesia, kekayaan alam Bumi Pertiwi yang dinodai dengan Keserakahan Oknum tak bertanggung jawab. Ilustrasi by mongabay.co.id
Hutan Indonesia, kekayaan alam Bumi Pertiwi yang dinodai dengan Keserakahan Oknum tak bertanggung jawab. Ilustrasi by mongabay.co.id

Di balik pesona hutan dan Gunung Indonesia, ada sosok pahlawan yang menjaga keberlangsungan ekosistem hutan Indonesia. Pak Suhendri dari Kalimantan dan Tata mandong dari Sulawesi-selatan adalah Tokoh penjaga hutan Nusantara.

maupa.co – Hutan Indonesia adalah salah satu hutan terbesar di Dunia. Menyumbangkan oksigen yang sangat berguna bagi kehidupan manusia, tanpa meminta sumbangan dari manusia sendiri. Hutan Indonesia memiliki banyak jenis flora dan fauna yang tersebar di seluruh penjuru Nusantara. Fauna yang populer dari Indonesia adalah monyet bekantan di Kalimantan dan burung cendrawasih di Papua.

Hutan hujan tropis Indonesia menjadi salah satu pengatur suhu alami bagi Bumi Pertiwi,  disebut-sebut sebagai paru-paru dunia, namun ada hal miris dibalik gelar yang diterima hutan Indonesia tersebut. Hutan Indonesia setiap tahunnya ditebang oleh banyak pihak. Dari data kompasiana.com, setidaknya hutan seluas 21,1 km persegi ditebang tiap tahunnya. Mengeruk sumber daya alam tanpa melihat resiko kedepannya bagi bumi pertiwi dan seluruh Dunia.

Lembah Ramma dari ketinggian. Foto by mongabay.co.id
Lembah Ramma dari ketinggian. Foto by mongabay.co.id

Banyak dampak yang ditimbulkan karena penggundulan hutan. Seperti longsor, banjir, kenaikan suhu, terganggunya ekosistem dan masih banyak lagi.  Namun, hanya sedikit orang-orang yang peduli terhadap keberlangsungan kehidupan hutan Indonesia.

Di pelosok Sulawesi-selatan ada sosok Tata Mandong sang penjaga hutan Bawakaraeng. Dalam dialeg bugis Makassar, tata diartikan sebagai yang dituakan bertujuan untuk menghormari yang lebih tua. Dilansir dari mongabay.co.id. , Tata Mandong lahir tahun 1938 dengan Tinggi badan sekitar 165 cm. Pecinya yang khas selalu menemani kepala Tata Mandong, yang sejak tahun 2003 ia sudah bermukim di rumah panggung yang sederhana di tengah Lembah Ramma.

Tata Mandong Sang penjaga hutan Gunung Bawakaraeng. Foto by kompasiana.com
Tata Mandong Sang penjaga hutan Gunung Bawakaraeng. Foto by kompasiana.com

Tata Mandong diamanahkan oleh pemerintah untuk menjaga wilayah hutan Gunung Bawakaraeng. Dahulu, Pemerintah memberikannya upah sebesar Rp. 150.000 tiap bulannya, namun beliau menuturkan bahwa sudah tak pernah mendapatkan upah lagi dari pemerintah sejak tahun 2005. Lalu pemerintah berinisiasi dengan mengganti uang menjadi bahan pokok makanan, sabun dan lainnya. Namun pemberian tersebut tidak rutin diberikan.

Tata mandong juga adalah sosok yang sangat rendah hati, ia mengatakan jika beras saja sudah cukup bagi kelangsungan hidupnya. Namun pemerintah mungkin sibuk dengan permasalahan politik dan kebijakan, hingga kurang memperhatikan Tata mandong sang penjaga hutan Bawakaraeng.

Lalu, dimana sosok pemuda yang kebanyakan akhir-akhir ini mereka lebih gemar mendaki gunung dan menapaki hutan? Apakah ada sosok anak muda yang bisa menjadi seperti sosok Tata Mandong dan pak Suhendri, yang mededikasikan hidupnya kepada Hutan yang memberikannya kehidupan?.

Follow us

maupa

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *