Harapan Pemuda Pangkep di Pilkada Desember

Pemilihan umum kepala daerah (Pilkada) Kabupetan Pangkep digelar Desember mendatang. Kontestasi politik 5 tahunan ini diikuti 4 pasangan calon Bupati-wakil Bupati Pangkep periode 2020-2025. Masing-masing pasangan nampaknya tengah berupaya menyerap aspirasi berbagai kalangan masyarakat, tak terkecuali Pemuda. Kami telah mengobrol dengan beberapa Pemuda Pangkep untuk melihat masa depan Pangkep pasca Pilkada Desember 2020. 

Maupa.co – Sebagai generasi penerus bangsa, pemuda tentu boleh berbicara banyak menyikapi pelaksanaan pemerintahaan daerahnya. Terlebih lagi mereka yang masih berstatus pelajar, tentu memiliki pandangan yang berbeda dengan pelaksana pembangunan daerah.

Miranda misalnya, mahasiswi asal Pangkajene Kepulauan ini mengapresiasi upaya Pemkab Pangkep dalam membantu mahasiswa Pangkep yang berkuliah di luar daerahnya. Meski menurutnya perlu ada perbaikan kebijakan ini, agar lebih tepat sasaran.

“Untuk sekarang kami diberikan tunjangan beasiswa. Tapi menurut saya sebaiknya mahasiswa Pangkep tidak diberi semua, hanya yang benar-benar membutuhkan saja. Banyak mahasiswa yang dapat bantuan itu dia tidak layak dibantu karena orangtua masih mampu membiayai anaknya. Sedangkan masih banyak diluar sana mahasiswa yang perlu dibantu tapi tidak mendapatkan itu. Itu harapan saya untuk pendidikan Pangkep kedepannya”, ujar mahasiswa STMIK AKBA ini.

Selain itu, dirinya juga berharap perhatian pemerintah pada sektor pembangunan daerah. “Kami hanya ingin melihat Pangkep lebih maju, seperti penerangan jalan untuk Pangkep di desa-desa karena supaya tidak gelap untuk pulang malam atau untuk bekerja”, tegas pemudi asal Desa Bulu Cindea ini.

Masalah serupa juga dikeluhkan Askari, pemuda asal Pulau Sailus Besar Kabupaten Pangkep. Menurutnya, “masalah yang muncul dari beberapa tahun silam bahwa kepulauan masih minim pendidikan, kepulauan masih minim kesehatan, kepulauan sangat minim pemberdayaan sosial, yang harus dibangkitkan hari ini. Mulai dari pendidikannya yang harus dikembangkan, kesehatan yang harus dipenuhi pelayannya, dan bantuan sosial yang diberikan kepada masyarakat”, ujar mahasiswa Universitas Muhammadiyah Makassar.

Askari, Pemuda Sailus Besar Pangkep

Di sisi lainnya, Askari sangat berharap diberikannya bantuan kepada masyarakat pulau, khususnya alat tangkap nelayan dan kebutuhan lainnya. “Kepulauan adalah mayoritas nelayan, yang dibutuhkan adalah alat tangkap untuk bisa melanjutkan sistem ekonomi yang ada disana. Ini yang sasya harapkan, bahwa pemerintah kabupaten Pangkep kedepannya dapat memberikan tata kelola pasar dan perikanan yang bagus, supaya bisa mengangkat ekonomi yang tinggi dari kepulauan”, tutur pemuda asal pulau Sailus Besar.

Harapan lain diberikan Awal, seorang pengusaha muda, untuk kepala daerah terpilih di Kabupaten Pangkep mendatang. “Saya meminta pemerintah untuk membantu wirausahawan muda yang baru merintis usaha, dalam artian jangan dihalang-halangi apabila dia ingn membuka lapangan kerja, selama lapangan kerja itu bernilai positif”, tegas pengusaha rajungan ini.

Awal Febriansyah pengusaha muda asal Pangkep

Untuk itu, para pemuda juga turut berkontribusi dalam menyukseskan Pilkada Pangkep Desember mendatang. Miranda contohnya, melibatkan dirinya untuk mengawasi penyelenggaran Pemilu. Menurutnya ini merupakan tanggung jawab pemuda milenial, “Untuk generasi milenial dalam mengawal pemilu, saya dan teman-teman itu ikut KPPS untuk mengawal pemilu dan pastinya ikut memilih” ujarnya.

Selain Miranda, Mulyadi yang merupakan aktivis pemuda Pangkep juga turut terlibat aktif dalam pengawalan pilkada. Ia pun berharap agar pemuda memberikan suaranya dalam pilkada ini dan tidak bersikap apatis terhadap pemilu, termasuk tindakan golput.

“Saya berharap kepada pemuda Pangkep agar terlibat aktif dalam menyukseskan Pilkada Pangkep yang akan digelar 9 Desember mendatang. Suara kita akan sangat berharga bagi pembangunan daerah Pangkep”, ujar pria yang akrab disapa Mul ini.

Penulis : Azwar Radhif
Fotografi : Imran Herman

Follow us
Azwar Radhif

Azwar Radhif

Menulis untuk Cinta dan Keabadian

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *