Pengusaha Muda Pangkep Berdayakan Puluhan Perempuan

Awal Febriansyah, pemuda Pangkajene Kepulauan sedang membangun usaha ekspor rajungan di Kelurahan Bori Masunggu Kecamatan Labakkang, Kabupaten Pangkep. Ia telah memperkerjakan 30 perempuan yang didominasi ibu rumah tangga untuk membantu perekonomian setempat. Tim Maupa.co berkesempatan berbincang dengannya di Miniplane Awal Febriansyah (MP AF) beberapa hari lalu. 

Maupa.co – Kabupaten Pangkep merupakan daerah penghasil komoditas perikanan terbesar di Sulawesi Selatan. Faktor mendasarnya adalah letak geografis daerah yang sebagian besarnya berada di daerah pesisir dan kepulauan. Potensi ini kemudian dimanfaatkan Awal Febriansyah, pemuda milenial asal Pangkep yang kini tengah menggeluti usaha rajungan.

Usaha rajungan telah dirintisnya sejak 2019 silam. Tempat pekerjaan rajungan yang disebut Miniplane Awal Febriansyah (MP AF) berada di kelurahan Bori Masunggu, Kecamatan Labakkang, Kabupaten Pangkep. Kini, Awal telah memperkerjakan 30 orang perempuan yang sebagian besarnya merupakan ibu rumah tangga.

Ada kisah menarik dari perjalanannya sebelum merintis usaha ini. Sebagai seorang anak yang dibesarkan di keluarga pegawai negeri, ada dorongan dari orang tua Awal agar dirinya memilih menjadi ASN. Namun, tekad mendorongnya memilih jalan lain sebagai pengusaha rajungan.

“Saya berfikir menjadi seorang pengusaha walau orang tua saya kemarin mendorong saya menjadi PNS. Saya tidak mau diperintah orang dan saya mau membuka lapangan kerja untuk mengurangi angka pengangguran di masyarakat”, tegas pengusaha muda ini.

Ibu-ibu sedang memisahkan daging rajungan

Disamping itu, ia mengakui kalau usaha rajungan cukup menguras fikiran dan sangat menantang baginya. “Saya memilih pekerjaan ini karena pekerjaan ini banyak pusing dan saya suka pusing. Kepiting banyak, karyawan kurang pusing. Sebaliknya, kepiting kurang, karyawan banyak sama pusing. Tantangannya lebih besar dipekerjaan ini,” ujarnya.

Tantangan besarnya, ketika memasuki musim hujan dimana nelayan jarang turun melaut. Akibatnya ketersediaan barang baku kepiting berkurang. Masalah ini harus diselesaikannya, sebab perusahaan pembeli harus menerima bahan mentah dari Awal. Selain itu, para pekerja sortir juga harus tetap bekerja, “Harus cari cara untuk bisa menutupi kerja satu hari” tutur pria kelahiran Makassar 26 tahun ini.

Usaha ini baginya selain untuk menghidupi kehidupan pribadi, juga untuk membuka lapangan pekerjaan bagi masyarakat sekitar. Untuk itu, Awal menargetkan dalam beberapa tahun mendatang, usaha rajungannya bisa diekspor langsung ke luar negeri.

“Saya bercita-cita membuka sebuah perusahaan yang saya langsung ekspor keluar negeri. Target paling lama 5 tahun.  Semoga dengan ini bisa membantu perekonomian warga sekitar kelurahan Bori Masunggu, Kecamatan Labakkang, Kabupaten Pangkep”, tegas Awal.

Awal Febriansyah pengusaha muda asal Pangkep

Untuk itu, ia berharap agar pemerintah daerah mendukung wirausahawan muda yang hendak membangun perekonomian daerah. “Saya meminta pemerintah untuk membantu wirausahawan muda yang baru merintis usaha, dalam artian jangan dihalang-halangi apabila dia ingn membuka lapangan kerja, selama lapangan kerja itu bernilai positif”, ucapnya.

Memberikan bantuan kepada pemuda untuk mendirikan usaha baginya bukan sebuah solusi. Dengan ini justru pemuda menjadi manja dan bergantung pada pemerintah, “Pemuda tidak usah diberi bantuan, terlalu  manja”.

Kedepannya Awal berharap, agar pemuda Pangkep dapat menjadi motor penggerak ekonomi masyarakat dengan membuka lapangan kerja sebesar-besarnya. “Untuk pemuda di Pangkajene Kepulauan, ayo kita ciptakan lapangan kerja, jangan mau kerja sama orang”, tegas Awal Febriansyah.

 

Penulis : Azwar Radhif

Editor : Muhammad Fauzy Ramadhan

Fotografi : Imran Herman, S.Kom

Follow us
Azwar Radhif

Azwar Radhif

Menulis untuk Cinta dan Keabadian

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *