Pergerakan Difabel Makassar Menatap Asa di Pilkada Makassar

perDik Kota Makassar mengeluhkan akses visi-misi pasangan calon wali kota Makassar pada pilwalkot Kota Makassar tahun 2020. Foto: Dok.PerDIK Kota Makassar(Sebelum Pandemi Covid-19).
perDik Kota Makassar mengeluhkan akses visi-misi pasangan calon wali kota Makassar pada pilwalkot Kota Makassar tahun 2020. Foto: Dok.PerDIK Kota Makassar(Sebelum Pandemi Covid-19).

Maupa.co – Kurang dari sebulan lagi pesta demokrasi pemilihan walikota Makassar akan diselenggarakan. Ada banyak janji yang telah diutarakan kepada publik demi harapan memperoleh dukungan publik. Salah satu misi besar yang sering disebutkan kandidat adalah mewujudkan Kota Makassar yang inklusif dan ramah bagi seluruh lapisan masyarakat.

Berbeda dengan jargon kampanye para kandidat Walikota Makassar, Pergerakan Difabel Indonesia untuk Keadilan (PerDIK) Kota Makassar belum menemukan harapan bagi masa depan kelompok penyandang disabilitas di Makassar. Hal ini dilihat dari minimnya perhatian para kandidat kepada kelompok difabel, termasuk juga dalam visi dan misi mereka.

Hal ini diutarakan Abd. Rahman, Direktur Yayasan PerDIK Kota Makassar yang menilai belum adanya kejelasan nasib kelompok difabel. Hal ini dilihat dari belum dapatnya diakses visi-misi kandidat oleh mereka. “Seharusnya ada visi misi yang dilampirkan di KPU, namun saya tidak berhasil mendapatkan lembaran visi-misi kandidat, khususnya terkait isu difabel. Padahal seharusnya visi-misi itu ditampilkan ke publik, ini loh visi misi para calon walikota. Bukan hanya sekedar lisan, tapi tertulis, nah itu kami tidak lihat” tegas pria yang akrab disapa Gusdur ini.

Gusdur melihat belum dapat diaksesnya visi misi calon menjadi kendala bagi mereka untuk terlibat lebih jauh dalam pengawalan Pilkada ini. Apalagi, pada pemilihan Gubernur 2018 silam, PerDIK dilibatkan dalam pemaparan visi misi dan diberikan akses terhadap visi-misi calon, berbeda dengan kondisi sekarang yang menurutnya kurang transparan.

“Saya punya pengalaman di Pilgub 2018 lalu, saat itu KPU sudah mensyaratkan isu inklusifitas kota, kami juga sudah diperlihatkan visi misi calon, namun berbeda dengan Pilkada kali ini, karena terkesan tidak ada transparansi visi misi mereka, begitu juga dengan KPU” jelasnya.

Selain itu, PerDIK mengakui belum pernah bertemu secara langsung dan mengobrol lama terkait isu difabel di Makassar. Meski, mereka sempat mengadakan debat kandidat pada bulan September silam. Sayangnya hanya dihadiri oleh seorang kandidat Walikota dan seorang calon Wakil Walikota dari pasangan yang berbeda. Padahal PerDIK mengaku telah mengundang secara langsung keempat kandidat ini.

“Kami tidak pernah bertemu secara langsung sama pasangan calon, hanya saja kami di perdik bulan September lalu pernah mengadakan debat kandidat yang diselengarakan dengan mengangkat tema difabel. Kita mengundang 4 calon disitu, namun dari 4 pasang cuma 2 yang hadir. Padahal di 4 kandidit itu menjual isu inklusif kota Makassar, sayangnya hanya 1 kadidiat yang open mic isu difabel di diskusi tersebut”, sambung Gusdur.

Untuk itu dirinya berharap kedepannya para kandidat juga membicarakan kesetaraan hak atas kota untuk masyarakat difabel. Apalagi malam ini akan diselenggarakan debat kandidat kedua Pilkada Makassar. “Walaupun isu pembangunan nanti malam akan dibahas, paling tidak ada pertanyaan yang disediakan panelis yang menyinggung difabel sendiri, karena isu ini sangat sexi dikota Makassar”, lanjutnya.

PerDIK juga berharap melalui momentum Pilkada kali ini, kedepannya pemerintah daerah juga mendengar saran dan masukan dari berabagai lapisan mamsyarakat, khususnya komunitas difabel, untuk membangun Kota Makassar yang ramah difabel. “Harapan kami karena makassar saat ini ada kekosongan dan seharusnaya sudah menyusun rencana 5 tahun kedepan. Semoga apa yang kami usulkan di bapedda Makassar sudah tercover untuk mewujudkan kota Makassar inklusif dan indonesia inklusi 2030” tegas ketua PerDIK ini. 

Penulis: Azwar Radhif
Editor: Maupa.co

Follow us
Azwar Radhif

Azwar Radhif

Menulis untuk Cinta dan Keabadian

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *