Petta Puang Masih Lucu

Penulis: Syamsuddin Simmau

Petta Puang Berakting
Petta Puang Berakting

“Petta Puang masih lucu,” beginilah kira-kira inti perbincangan kecil saya dengan seorang Sutradara di Kota Makassar, Ilham Rahomi pada Minggu (5/5/22) di Artmosphere Studio dan Riboko Café Jl. Abdullah Daeng Sirua Lr. 8 No. 4 Kota Makassar.

Kedatangan Ilham Rahomi adalah untuk sekadar berbincang dengan saya terkait fenomena perkembangan kesenian dan teater di Kota Makassar. Perbincangan ini terjadi bertepatan pada saat kelompok “Sandiwara” Petta Puang sedang shooting pula di Artmosphere Studio dan Riboko Café.

Salah satu adegan Petta Puang ketika shooting di Artmosphere Studio dan Riboko Cafe
Salah satu adegan Petta Puang ketika shooting di Artmosphere Studio dan Riboko Cafe

Saya kembali bertemu dengan Pendiri dan Sutradara Petta Puang, Bahar Merdhu pada perhelatan Bulan Menggambar Nasional. Perhelatan ini diselenggarakan Rumah Seni Kasumba pada 30-31 Mei 2022 di Pelataran Gedung Ikatan Alumni Universitas Negeri Makassar (IKA UNM) Parang Tambung Kota Makassar. Tentulah kenangan saya bermunculan riang gembira ketika itu. Kisah-kisah lucu Petta Puang berloncatan dalam pikiran saya. Bahar Merdhu, saya sapa Kak Bahar, adalah senior saya dalam dunia seni pertunjukan. Tepatnya, Kak Bahar adalah salah seorang inspirator saya.  

“Bagaimana Syam melihat Petta Puang sekarang ?” Demikian kira-kira salah satu pertanyaan Kak Bahar kepada saya. Pertemuan itu sangat berarti bagi saya karena setelah dua puluh tahunan barulah saya bertemu kembali dengan Sang Maestro Bahar Merdhu.

“Menurut saya, Petta Puang kekurangan spontanitas dan tidak lagi interaktif dengan pemusik pengiringnya, Kak,” saya jawab sesuai pengamatan saya setelah menyaksikan beberapa episode Petta Puang di Chanel Youtube: Petta Puang Digital Engagement. Saya yakin bahwa Kak Bahar memahami saya sebagai junior yang sering bicara apa adanya dalam konteks seni.

Petta Puang Bahar Merdhu
Bahar Merdhu

“Dan nama chanelnya di youtube kepanjangan, Kak Bahar,” saya menambahkan.

Menurut Kak Bahar, Petta Puang sedang melakukan penyesuaian dengan model pertunjukan platform digital. “Ini masih terus berproses, tenang. Nanti akan ketemu polanya,” respon Kak Bahar riang seraya tertawa kecil yang khas.

Saya berusaha memahami realitas Petta Puang dengan konsep digital engagement yang sedang dijalankan saat ini.

Akhirnya, pada Minggu (5/5) kemarin, saya berkesempatan bersua dengan Kak Bahar Merdhu, lengkap dengan Tim Kelompok Petta Puang. Saya bisa melihat langsung Petta Puang berakting di depan kamera. Petta Puang berbincang dengan perupa Jenry Pasassan, di studio seni rupa Artmosphere, milik Pak Jenry, sapaan akrab saya kepada Jenry Pasassan. Saya melihat langsung Kak Bahar menyutradari Petta Puang. Saya melihat langsung Abdul Rojak memerankan karakter Petta Puang. Semua melintas kembali pada masa 20 tahunan silam ketika Petta Puang malang melintang melakukan pertunjukan dari lorong ke lorong, dari kampung ke kampung di Kota Makassar, dari panggung ke panggung di Makassar dan beberapa kota Besar di Indonesia.

“Ah, Petta Puang memang masih lucu,” ucap saya kepada Ilham Rahomi seraya kami tertawa kecil. Saksikan Petta Puang di chanel youtube: Petta Puang Digital Engagement.

maupa

maupa

Kehidupan Berkelanjutan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *