Psikolog Sosial: Pemerintah Harus Bangun Kembali Kepercayaan Publik Terkait Covid19

Penulis: Syamsuddin Simmau
Editor: Muhammad Fauzy Ramadhan

Ilustrasi Covid19. Foto by Pontas.id
Ilustrasi Covid19. Foto by Pontas.id

Kasus Covid19 di Sulawesi Selatan masih terus bertambah. Perlu kesadaran dan partisipasi bersama untuk melawan wabah ini.

Maupa.co – Jumlah kasus Covid19 (corona) di Provinsi Sulawesi Selatan masih terus meningkat. Data dari situs resmi pemerintah covid19.sulselprov.go.id, menunjukkan bahwa sampai pada Rabu, 17 Juni 2020, total data positif covid19 sudah mencapai 3199 orang, total penderita yang sembuh berjumlah 1089 orang dan jumlah meninggal berjumlah 137 orang.

Penambahan jumlah penderita virus yang mematikan ini memprihatinkan berbagai kalangan. Psikolog sosial Universitas Negeri Makassar, Dr. Ahmad Razak, M.Si menegaskan, pemerintah harus kembali membangun kepercayaan masyarakat. Karena dalam beberapa kasus, ada sebahagian masyarakat yang menolak tes cepat (rapid test) untuk mencegah penyebaran virus corona menyebab penyakit Covid19 tersebut. Bahkan, ada keluarga yang mengambil paksa jenazah pasien Covid dari rumah sakit. Kasus-kasus tersebut menunjukkan, masyarakat kurang percaya kepada pemerintah terkait penganganan Covid19 ini.

“Pemerintah harus membangun trust atau kepercayaan di mata masyarakat. Tentu harus dibuktikan dengan kerja profesional. Terkait covid pemerintah harus melakukan langkah langkah kongkrit dan transparan dalam penanganan covid agar masyarakat dapat percaya dan menerima realitas  yang terjadi,” tegas Wakil Dekan III Fakultas Psikologi UNM ini.

Dr. Ahmad Razak. Foto: Dokumen Pribadi Dr. Ahmad Razak
Dr. Ahmad Razak. Foto: Dokumen Pribadi Dr. Ahmad Razak

Ahmad Razak yang juga seorang dai ini juga menegaskan agar masyarakat juga semestinya menumbuhkan kesadaran diri dan kesadaran sosial bahwa pandemi covid 19 bukan ilusi. Virus corona ini benar berbahaya dan mematikan. Bahkan telah menjadi pandemi yang menyebar hampir ke seluruh dunia, termasuk menyerang negara-negara maju.

“Masyarakat harus menyadari bahwa visus corona ini adalah sesuatu yang ada yang dapat mengganggu kesehatan bahkan dapat mengancam jiwa kita jika tidak disikapi secara benar,” tegas Ahmad Razak.

Menyikapi keterlibatan aparat kemanan dalam penanganan Covid 19, Ahmad Razak menegaskan polisi sebagai institusi negara dan sekaligus sebagai pengayom masyarakat harus menunjukkan profesionalitas dan obyektifitasnya dalam menangani persoalan ini. Objektifitas aparat kepolisian dapat menciptakan situasi kondusif dan damai dalam masyarakat.

Follow us

maupa

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *