Sampah Plastik Tak Terbendung di Anjungan Pantai Losari, Ini Langkah Sobat Bumi Makassar.

Penulis: Kiky Susanti
Editor: Muhammad Fauzy

 

Sampah plastik di Anjungan Pantai Losari. Foto by Imran Herman/maupa.co
Sampah plastik di Anjungan Pantai Losari. Foto by Imran Herman/maupa.co

Rendahnya kesadaran akan bahaya sampah plastik, mendorong pemuda komunitas Sobat Bumi Makassar melakukan sosialisasi dengan cara yang berbeda di Anjungan Pantai Losari.

maupa.co – Setelah melakukan sosialisasi di Kampus dan Sekolah, selanjutnya Sobat Bumi Regional Makassar turun langsung memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai bahaya sampah plastik dan pentingnya menjaga lingkungan. Kegiatan tersebut bertempat di Anjungan Pantai Losari Makassar pada (22/12) pukul 08.00 WITA.

Sampah memang sudah menjadi perbincangan dunia khususnya sampah plastik. Indonesia saat ini berada pada urutan ke 2(dua) penyumbang sampah plastik di dunia, ini sangat memprihatinkan. Produksi sampah plastik tersebut terjadi karena kurangnya kesadaran masyarakat terhadap bahaya sampah, terkhusus untuk sampah plastik yang kian menjadi sumber bencana baik di daratan maupun di lautan.

Berdasarkan data dari Asosiasi Industri Plastik Indonesia (INAPLAS) dan Badan Pusat Statistik (BPS), sampah plastik di Indonesia mencapai 64 juta ton/tahun dimana sebanyak 3,2 juta ton merupakan sampah plastik yang dibuang di laut.

Sobat Bumi Makassar adalah komunitas yang terdiri dari beberapa pemuda didalamnya, yang mempunyai misi untuk menjaga lingkungan. Sobat Bumi Makassar terdorong untuk melakukan sosialisasi ke kampus-kampus, sekolah, dan masyarakat tentang dampak yang ditimbulkan dari sampah plastik yang sangat banyak di Kota Makassar.

Baca juga: Bangun Kesadaran Lingkungan dengan Sosialisasi yang Unik, Ini Langkah Sobat Bumi Makassar.

Aswad selaku ketua Sobat Bumi Indonesia Regional Makassar mengatakan bahwa kegiatan ini tidak lain bertujuan untuk bagaimana kita mencegah bahaya sampah plastik, agar pencemaran daerah pesisir Pantai Losari oleh sampah plastik dapat ditanggulangi. “Ini juga adalah program kami yang juga bertujuan untuk mencari anggota baru Sobat Bumi Regional Makassar dan mencegah pencemaran lingkungan sekitar anjungan Pantai Losari dari sampah plastik”ucap Aswad.

Plastik menjadi momok bukan hanya bagi lautan, tapi juga ekosistem yang ada didalamnya. “Kegiatan ini kita angkat juga sebab plastik menjadi momok dan masalah bagi ekosistem laut. Dan Indonesia merupakan salah satu negara darurat sampah plastik. Kita dapat melihat bagaimana di berita-berita menyebabkan kematian dan rusaknya ekosistem laut karena dampak sampah plastik. Oleh karena itu, kita mengajak masyarakat  untuk sadar akan dampak sampah plastik ini.”Ujar Ketua Sobat Bumi Makassar, Aswad.

Baca juga: Permasalahan Kanal Kota Makassar, Mengalihkan Fungsi Kanal Yang Sebenarnya

Dalam melakukan edukasi tersebut, Sobat Bumi memiliki cara yang berbeda yaitu merangkai sosialisasi dengan permainan panahan mini yang berhadiah tumbler. Persyaratan masyarakat untuk ikut serta di permainan tersebut cukup mudah yaitu mengumpulkan 5 sampah plastik yang ada disekitar Anjungan Pantai Losari sebagai tiket mengikuti permainannya. ”Masyakarat terlihat begitu antusias, karena permainan ini sangat menarik dengan hadiah beberapa tumbler”ucap Aswad selaku ketua penggerak Sobat Bumi Makassar.

Sosialisasi Sobat Bumi Makassar melalui permainan. Foto by Imran Herman/maupa.co
Sosialisasi Sobat Bumi Makassar melalui permainan. Foto by Imran Herman/maupa.co

Aswad menambahkan bahwa penggunaan plastik yang berlebihan juga menjadi salah satu faktor yang dapat mengakibatkan terjadinya pencemaran lingkungan. “Kami mengajak masyarakat untuk memakai plastik secukupnya. Kita bisa menggunakan tumbler untuk air minum yang kita bawa dari rumah kita sendiri.” tambahnya.

Dengan minimnya kesadaran masyarakat mengenai bahaya dari sampah plastik, kaum milenial diharapkan aktif dan peduli akan lingkungan dan terus berupaya meningkatkan kesadaran akibat tidak bijak-nya dalam mengelola sampah sampah plastik. Karena sejatinya, kita yang menyumbang sampah, maka kitalah yang harus bertanggung jawab.

Tonton video selengkapnya

Follow us

maupa

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *