“Scribit Pen”, Pena Ramah Lingkungan dengan Tinta yang Bisa Dimakan

Scribit Pen, Pena yang bisa membantu mengekang limbah pena sekali pakai
Scribit Pen, Pena yang bisa membantu mengekang limbah pena sekali pakai. Foto: inexhibit.com

Maupa.coApakah Kamu tahu? Ada pena yang ramah lingkungan dan memungkinkan tintanya untuk bisa dimakan?

Setiap hari, untuk menuliskan catatan, pemikiran kita, atau membuat daftar tugas, kita menggunakan pena. Dahulu pena terbuat dari bulu ayam dan tinta, dan kemudian sekarang menjadi pulpen.

Pena merupakan hal yang banyak orang abaikan dalam kaitannya dengan kehidupan berkelanjutan. Dan yang menjadi masalah disini adalah ketika pena yang tintanya habis, kita cenderung membuangnya. Dan tahukah kamu? Bahwa yang terkandung dalam pena memiliki macam logam, plastik, dan bahan kimia sehingga tidak dapat didaur ulang. Dan meskipun ada opsi untuk mendaur ulang pena sekali pakai, kita memerlukan upaya khusus, untuk membeli kotak daur ulang khusus atau mengirimkan pulpen ke fasilitas daur ulang, keduanya melalui kemitraan perusahaan daur ulang Terracycle.

Dikutip dari earth911.com, Di Amerika lebih dari 1,6 miliar pena sekali pakai dibuang ke tempat sampah dan berkontribusi pada 25 triliun keping plastik yang mengotori lautan.

Sementara itu, Indonesia sendiri termasuk dalam peringkat ke 2 penyumbang sampah plastik ke laut dengan jumlah setiap tahun 3 juta ton sampah platik Indonesia masuk ke lautan.

Jadi mengapa kita tidak menggunakan pena yang ramah lingkungan, untuk mengurangi sampah plastik? 

Dilansir dari fastcompany.com, Sebuah sejarah baru: pena kompos yang diciptakan oleh agen desain Carlo Ratti Associati, yang disebut pena “Scribit” yang tintanya dapat dimakan. Pena kompos dengan nama “Scribit”, dikembangkan oleh perusahaan teknologi Scribit sepenuhnya ramah lingkungan. Pena scribit dibuat dalam beberapa warna yang berbeda berdasarkan bahan kayu yang dibudidayakan. Kemudian aluminiumnya terbentuk dari proses anodisasi dan terakhir terbentuk dari plastik PHB yang dapat terurai.

Bagian-bagian Scribit pen. Foto: inexhibit.com
Bagian-bagian Scribit pen. Foto: inexhibit.com

Menurut Carlo Ratti, mitra pendiri CRA dan profesor di MIT, sebelumnya dia telah menguji bahan yang berbeda untuk menyelesaikan kebutuhan fungsional seperti penghalang oksigen agar mencegah tinta mengering pada pena.

Ujung pena dan kartrid tinta terbuat dari serat alami, berbahan dasar air dan terbuat dari pigmen organik nontoxic — bersertifikat dan bahkan bisa dimakan (Bukan berarti kita harus memakannya; itu hanya berarti kita tidak akan sakit ketika memakan tintanya).

Menurut Ratti pena scarbit sedang dalam pengembangan dan belum memiliki tanggal rilis yang luas, karena masih mencari cara untuk menskalakan produk, Dan meskipun harga belum ditentukan, Ratti mengatakan ingin menjual kartrid isi ulang dengan harga yang sama dengan pena lain.

Penulis: Kiki Susanti
Editor: Muhammad Fauzy

Follow us
Avatar

Kiki Susanti

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *