SMAI Athirah Gelar Parents Day 2022

Bahaya Narkoba
Presentasi Bahaya Narkoba di SMA Islam Athirah

Sekolah Menengah Atas Islam (SMAI) Athirah di Jalan Kajaolalido menggelar Parents Day (PD) pada Jumat (2/12/2022). Gelaran ini mengusung tema, “Orang Tua Menginspirasi, Siswa Termotivasi.” PD adalah gerakan orang tua siswa untuk mengetahui kondisi siswa dan juga membangun sinergitas antara guru dan orang tua. Selain itu, siswa dapat memahami dan berpartisipasi secara maksimal dalam Gerakan Merdeka Belajar (GMB).  

Maupa.co- Parents Day (PD) adalah upaya gerakan yang melibatkan orang tua secara langsung dalam melakukan pembelajaran dan sosialisasi tentang pekerjaan yang ditekuni orang tua siswa. Salah satunya adalah ibu H. Nizma S. Kep., Ns., M. Adm. Kes. Hj. Nizma adalah seorang dokter yang menangani HIV/AIDS. Pada kesmepatan ini, Nizma menjelaskan tentang jenis-jenis dan bahaya narkotika dan obat terlarang lainnya (narkoba). Melalui sosialisasi ini diharapkan agar siswa dapat mengetahui dan menghindari narkotika.

Suasana Sosialisasi Bahaya Narkoba bagi Siswa di Parents Day SMA Islam Athirah Makassar

PD telah berlangsung dua kali. Tahun 2022 ini adalah tahun kedua. PD dilakukan sejalan dengan program sekolah penggerak yang sedang berlangsung di Sekolah Islam Atirah (SIA). Salah seorang orang tua siswa, Ir. Anzir Djais, menilai bahwa kegiatan ini menjadi gerakan untuk mengetahui stigma siswa, utamanya dalam adab di Sekolah Islam Athirah. Selain itu, menurut Anzir, kegiatan ini ini mengingatkan dirinya tentang masa-masa bersekolah beberapa tahun silam di sini. Anzir berharap kegiatan ini terus berlanjut untuk menguatkan silaturahim sekaligus menumbuhkan sinergitas antara sekolah dan orang tua siswa.

Para orang tua berharap, agar Sekolah Islam Athirah dapat menjadi penggerak dalam sikap dan pengetahuan. Orang tua siswa juga berhadap, Sekolah Islam Athirah menjadi sekolah yang pembentukan karakter siswa sebelum melangkah ke jenjang institusi yang lebih tinggi.

Ahmad Ishak Jundana

Ahmad Ishak Jundana

Menulis untuk sebuah realitas dengan ikhlas

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *