Sosiolog Unhas: Mau Selamat dari Covid19? Informasi Harus Konsisten, Masyarakat Disiplin

Penulis: Syamsuddin Simmau
Editor: Muhammad Fauzy Ramadhan
Foto: Dokumen Pribadi Dr. Sawedi Muhammad, M.Sc.

Hingga Jumat, 19 Juni 2020, Sulsel Tertinggi Kasus Corona di Indonesia
Hingga Jumat, 19 Juni 2020, Sulsel Tertinggi Kasus Corona di Indonesia

Peningkatan jumlah kasus virus corona (Covod19) di Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel) sangat mengkhawatirkan. Sampai Jumat, 19 Juni 2020, Sulsel menjadi daerah dengan tambahan kasus baru tertinggi di Indonesia, yaitu 207 kasus baru. Apa yang harus dilakukan? Sosiolog Universitas Hasanuddin (Unhas), Dr. Sawedi Muhammad, M.Sc. mengemukakan tanggapannya.

maupa.co – Berdasarkan data, jumlah kasus Covid19 di Indonesia masih terus meningkat. Sampai Jumat (19/6/20), Juru Bicara Pemerintah untuk penanganan Covid19, Achmad Yurianto, mengemukakan terjadinya penambahan kasus baru sebanyak 1.041. Dengan demikian, jumlah kasus naik dari 42.762 kasus menjadi 43.803 kasus. Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel) menempati urutan pertama dengan penambahan kasus baru, diatas DKI Jakarta dan Jawa Timur (Tribunnews.com).

Sosiolog Unhas, Dr. Sawedi Muhammad, M.Sc memberikan langkah strategis yang seharusnya dilakukan pemerintah, termasuk Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan. Pertama, pemerintah harus memberi informasi yang konsisten mengenai covid19. Tanpa konsistensi informasi, masyarakat akan mengalami disonansi kognitif yang akan mengarah kepada ketidakpercayaan publik pada pemerintah.

Kedua, lanjut Sawedi yang juga ahli pemberdaya masyarakat ini, ketika pemerintah memutuskan memberlakukan kebijakan mengenai covid19, pelaksanaannya harus dilakukan secara tegas dengan memberikan sanksi kepada yang melakukan pelanggaran. Tanpa sanksi masyarakat tidak akan disiplin mematuhi aturan.

Ketiga, urai Sawedi, pemberian insentif dan bantuan yang dijanjikan pemerintah harus didistribusi secara berkeadilan dan tepat sasaran.

“Kalau pemerintah tidak memberikan insentif dan bantuan seperti yang telah pemerintah janjikan maka akan terjadi pembangkangan publik. Pembangkangan ini mengarah pada gerakan sosial yang lebih besar,” tegas Sawedi.

Baca Juga: Psikolog Sosial: Pemerintah Harus Bangun Kembali Kepercayaan Publik Terkait Covid19

Sawedi menegaskan, di sisi lain, masyarakat harus patuh dan disiplin mengikuti protokol covid yang sudah ditetapkan pemerintah. Tanpa kepatuhan dan kedisiplinan, penyebaran virus ini mustahil dikendalikan. Jaga jarak sosial, memakai masker dan rajin cuci tangan hanya sebagian kecil yang harus dilakukan.

“Masyarakat sebagai kawanan individu harus berusaha secara mandiri untuk hidup lebih sehat; makan makanan bergizi, olahraga teratur, pola hidup bersih, menghindari alkohol, tidak merokok dan segera menghubungi klinik atau rumah sakit kalau menderita gejala covid-19,” jelasnya.

Pada masa new normal (perilaku kehidupan baru dalam masa pandemi), semua pihak harus menyadari bahwa tanpa kedisiplinan dalam menerapkan protokol covid, semua akan menjadi pertaruhan.

“Opsi kita hanya terbatas dan mengandalkan dua hal untuk survive menghadapi covid-19; immunitas tubuh dan nasib baik. Immunitas tubuh adalah kunci utama untuk survive. Vaksin adalah cara tercepat menginjeksi immunitas. Sebelum ditemukan vaksin, kita semua harus paham bagaimana kekebalan tubuh bisa terbentuk dan apa yang harus dihindari untuk tidak berhadapan langsung dengan virus ini,” jelas Sawedi.

Nasib baik adalah rahasia ilahi, jelas Sawedi Muhammad yang juga Dosen Program Doktor Sosiologi Unhas ini. Tuhan menyadarkan kita bahwa tidak semua perkara dapat diselesaikan dengan uang dan kekuasaan. Virus ini anti bias. Ia dapat menyerang dan membunuh siapa saja tanpa mengenal pangkat dan kelas sosial. Ia tidak membedakan warna kulit, agama, jenis kelamin dan usia.

“Nasib baik bukanlah kebetulan. Ia dapat diraih dengan jalan berbuat kebajikan bagi sesama. Ia adalah anugerah bagi mereka yang diberi keistimewaan atas apa yang telah dilakukannya,” kunci Peraih Gelar Magister of Science dari Anteneo de Manila University ini.

Follow us

maupa

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *