Surat Edaran Kemendikbud Sikapi Corona, Ini Langkah Persiapan Hadapi COVID-19 di Satuan Pendidikan


Penulis: Muhammad Fauzy Ramadhan

Kemendikbur RI Nadiem Anwar Makarim mengeluarkan surat edaran pencegahan COVID-19 salam satuan pendidikan. Foto by Instagram Kemdikbud.RI

Maupa.co – COVID-19 atau yang dikenal dengan virus corona menjadi momok menakutkan dalam beraktifitas pada beberapa pekan ini di Indonesia. Berdasarkan data rilis worldometer, saat ini (03/13) kasus virus corona terus meningkat dengan total kasus ada 134.558 diseluruh dunia, 4,972 diantaranya meninggal dan 68,934 jiwa yang telah dinyatakan pulih.

Sehubungan dengan cepatnya perkembangan wabah virus corona, Nadiem Anwar Makarim selaku Menteri Pendikan dan Kebudayan Indonesia tak mau rana pendidikan menjadi korban selanjutnya dari virus tersebut. Hal itu dibuktikan dengan diedarkannnya Surat Edaran Nomor 2 Tahun 2020 dan Surat Edaran Nomor 3 Tahun 2020 dari Kemendikbud tentang pecengahan COVID-19 di lingkungan Kemendikbud sendiri dan pada satuan pendidikan.

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Anwar Makarim menyampaikan bahwa Surat Edaran Nomor 3 Tahun 2020 tentang Pencegahan COVID-19 ini adalah panduan dalam menghadapi penyakit tersebut di tingkat satuan pendidikan.

Baca juga: Hoaks di Mana-mana! Dapatkan Info Aktual Virus Corona Via WhatsApp dengan Cara Ini!

Menteri yang membuat kebijakan merdeka belajar itu juga menghimbau kepada seluruh stakeholder untuk melakukan langkah pencegahan perkembangan COVID-19 dalam ruang lingkup satuan pendidikan.

“Saya mengimbau kepada Kepala Dinas Pendidikan Provinsi dan Kabupaten/Kota, Kepala Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi, Pimpinan Perguruan Tinggi, Kepala Sekolah di seluruh Indonesia untuk melakukan langkah-langkah mencegah berkembangnya penyebaran COVID-19 di lingkungan satuan pendidikan. Kita bergerak bersama untuk bisa lepas dari situasi ini,” tutur Nadiem Makarim saat berada di kantor Kemendikbud, Jakarta (11/03)

Berikut langkah-langkah yang dianjurkan dalam mencegah COVID-19 dalam Surat Edaran Kemendikbud:

  1. Koordinasi terpadu antara unit kesehatan sekolah atau perguruan tinggi dengan fasilitas pelayanan kesehatan setempat.
  2. Koordinasi persiapan dalam menghadapi covid-19 dengan Dinas Kesehatan, Dinas Pendidikan, dan Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi setempat
  3. sediakan sarana untuk cuci tangan dengan sabun dan tisu di berbagai lokasi strategis di satuan pendidikan
  4. Biasakan cuci tangan pakai sabun (minimal 20 detik) dan perilaku hidup bersih sehat
  5. bersihkan ruangan dan lingkungan satuan pendidikan secara rutin, terutama fasilitas umum yang sering disentuh tangan. Jangan lupa pastikan kondisi petugas serta sarana kebersihan telah memadai
  6. Perhatikan ketidakhadiran warga satuan pendidikan
  7. Permudah izin tidak hadir bagi warga satuan pendidikan yang sakit
  8. Tidak memberlakukan denda berbasis kehadiran karena sakit
  9. Konsultasi kepada Dinas Kesehatan, Dinas Pendidikan, Dan Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi jika terdapat ketidakhadiran dalam jumlah besar karena sakit yang berkaitan dengan pernapasan.
  10. Koordinasi pembagian tugas yang ditinggalkan warga satuan pendidikan yang sakit.
  11. Konsultasi dengan Dinas Pendidikan atau Lembaga Layanan Pendikan Tinggi jika jumlah ketidakhadiran mengganggu proses belajar mengajar.
  12. Laporkan dugaan Covid-19 kepada Kementerian Kesehatan setempat untuk dilakukan pengujian, karena mayoritas penyakit pernapasan bukan merupakan Covid-19
  13. Pastikan bahwa makanan yang disediakan di satuan pendidikan telah dimasak hingga matang
  14. Hindari berbagi makanan, minuman dan alat music tiup
  15. Hindari melakukan kontak fisik secara langsung (bersalaman, cium tangan, berpelukan, dan sebagainya)
  16. Kegiatan yang mengumpulkan banyak orang dan kegiatan diluar satuan pendidikan ditunda pelaksanaannya
  17. Membatasi tamu dari luar satuan pendidikan
  18. Bagi warga satuan pendidikan dan keluarganya yang baru kembali dari negara-negara terjangkit (menurut WHO) diminta untuk tidak berada di sekitar satuan pendidikan selama 14 hari sejak kembali ke tanah air.

Sumber : SIARAN PERS Nomor: 048/SIPRES/A6/III/2020

Follow us

maupa

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *