Usut Tuntas Pelaku Kekerasan Terhadap Wartawan

Foto By; AntaraNews.com

maupa.co – Undang-Undang No 40 Tahun 1999 pada pasal 2 dengan tegas menyebutkan “Kemerdekaan pers adalah salah satu wujud kedaulatan rakyat yang berdasarkan prinsip-prinsip demokrasi, keadilan, dan supremasi hukum”. Berdasar pada ini, maka tindakan kekerasan terhadap wartawan atau jurnalis adalah tindakan melawan kemerdekaan pers dan melawan hukum. Pemimpin Redaksi maupa.co, Syamsuddin Simmau S.S, M.Si mengecam keras aksi kekerasan terhadap wartawan dan meminta agar kejadian ini diusut tuntas oleh Polda Sulsel.

Dikutip dari Antara News (24/09/2019) “Wartawan Kantor Berita ANTARA Muh. Darwin Fatir bersama pewarta lainnya, Saiful (Inikata.com), dan Ishak Pasabuan (Makassar Today) mendapatkan kekerasan fisik saat meliput demo mahasiswa di Makassar”. Ketiga wartawan ini diduga dipukuli oleh aparat keamanan yang bertugas mengamankan demonstrasi mahasiswa dan masyarakat di depan gedung DPRD Sulawesi Selatan. Sebelumnya, salah satu reporter maupa.co juga mengalami hal serupa. Ia dipukul menggunakan pentungan dan dipaksa menghapus video. Pers harusnya mendapat perlindungan hukum sesuai amanat UU. Namun kenyataannya masih saja ada wartawan/jurnalis yang terkena pukulan saat melaksanakan tugasnya, khususnya saat meliput aksi massa. Hal ini menunjukkan tidak adanya kepastian hukum untuk warga Negara. Selain itu pemukulan terhadap wartawan juga menunjukkan bahwa Negara kita bukanlah Negara yang aman bagi warga Negara. Salah satu fungsi Negara ialah memastikan keamanan bagi warga Negara.

Kejadian ini terjadi pada selasa, 24 September 2019. Massa aksi yang menamakan dirinya Aliansi Masyarakat Sipil melakukan aksi demonstrasi di depan gedung DPRD Sulawesi Selatan untuk menyampaikan beberapa tuntutannya. Pada awalnya massa aksi melakukan demonstrasi dengan tertib. Namun, akhirnya berbuah kerusuhan dan memakan banyak korban. Berdasarkan pengamatan tim maupa.co dilapangan terdapat 2 kali kerusuhan. Kerusuhan pertama terjadi pada pukul 13.28 WITA dan kerusuhan kedua terjadi pada pukul 16.20 WITA. Pada kerusuhan kedua ini satu persatu massa aksi ditangkap oleh aparat keamanan dan pemukulan terhadap wartawan yang meliput suasana kerusuhan.

Pimpinan Redaksi maupa.co, Syamsuddin Simmau S.S M.Si, selain mengecam keras pemukulan terhadap wartawan juga menyayangkan tindakan represif aparat kepada peserta aksi. Tindakan itu dinilai memakan banyak korban. Hingga berita ini rilis belum ada informasi mengenai jumlah korban luka. Korban luka akibat lemparan batu juga dialami salah satu reporter kami. Semoga hal ini dapat menjadi pelajaran bagi segenap pihak yang terkait. Utamanya pihak aparat keamanan untuk tidak bertindak represif untuk membubarkan massa aksi. Kami segenap tim redaksi maupa.co berduka atas kejadian ini.

Editor : Ilham Alfais

Follow us

maupa

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *