Waspada! Penyebaran Virus Corona Melalui Kantor Pos

Penulis: Kiky Susanti

Pos Indonesia. Foto by Timlo.net
Pos Indonesia. Foto by Timlo.net

maupa.co – Novel Coronavirus (2019-nCov) atau Virus Corona hingga hari ini masih menyita perhatian banyak di dunia. Penyebaran Virus Corona masih terus meluas secara global. Jumlah kasus baru positif Virus Corona juga bertambah cepat, terutama di China.

Berdasarkan data terbaru Map Of Corona 2019-nCov Global Cases by Johns Hops CSSE, pada tanggal 13 Februari 2020 adalah 46.997 kasus, 46.550 kasus diantaranya dilaporkan dari Cina (tersebar di 34 wilayah termasuk Hong Kong SAR, Macau SAR, dan  Taipei), dengan 75% kasus informasi dari Cina berasal dari Provinsi Hubei. Sementara total kematian akibat Virus Corona sudah mencapai 1.369 jiwa (CFR 2,9%), 1.369 diantaranya dilaporkan dari Cina.

Di Indonesia sendiri, sampai saat ini belum ada kasus yang terkonfirmasi. Dari jumlah specimen yang diperiksa yaitu sebanyak 89, hasil negative COVID-19 sebanyak 84. Sementara 5 lainnya masi pada tahap proses pemeriksaan.

Coronavirus adalah kumpulan virus yang bisa menginfeksi sistem pernapasan. Pada banyak kasus, virus ini hanya menyebabkan infeksi pernafasan ringan, seperti flu. Namun, virus ini juga bisa menyebabkan infeksi pernapasan berat, seperti pneumonia, Middle-East Respiratory Syndrome (MERS), dan Severe Acute Respiratory Syndrome (SARS).

Infeksi Virus Corona bisa menyebabkan penderitanya mengalami gelaja flu, seperti hidung berair dan meler, sakit kepala, batuk, nyeri tenggorokan, dan demam, atau gejala penyakit infeksi pernapasan berat, seperti demam tinggi, batuk berdahak bahkan berdarah, sesak nafas, dan nyeri dada. Sementara menurut penelitian, gejala infeksi virus Corona muncul dalam 2 hari sampai 2 minggu setelah paparan virus Corona.

Direktorat Pos Direktorat Jenderal Penyelenggara Pos dan Informatika (Ditjen PPI) Kementerian Kominfo pada Siaran Pers No.26/HM/KOMINFO/02/2020 Sabtu, 15 Februari 2020, mengimbau kepada penyelenggara pos agar mengantisipasi penyebaran Virus Corona atau Novel Coronavirus (Covid-19) melalui pengiriman barang. Imbauan tersebut disampaikan kepada pimpinan Pos Indonesia, DPP Asperindo serta para pimpinan atau penanggung Jawab penyelenggaraan pos berdasarkan Surat tertanggal 10 Februari 2020  yang ditandatangani oleh Direktur Pos Ikhsan Baidirus.

Imbauan tersebut berdasarkan tembusan bersama antara Dirjen Penyelenggara Pos dan Informatika (PPI) Kementerian Kominfo, Dirjen Bea dan Cukai Kementerian Keuangan, Kepala Badan Karantina serta Plt. Direktur Pengendalian Pos dan Informatika.

Direktorat Pos mengajak penyelenggara pos untuk memperhatikan perkembangan yang sangat cepat dari kasus Virus Corona yang terjadi sejak Bulan Desember 2019 sampai saat ini.

Dalam rangka antisipasi penyebarannya melalui barang kiriman pos, Direktorat Pos mengatakan “Penyelenggara dan pengguna Pos diharapkan melakukan identifikasi yang dibutuhkan terhadap barang-barang kiriman pos, khususnya dari Tiongkok dan Hong Kong, serta negara-negara yang telah terdampak Novel Coronavirus. Dalam kegiatan operasional, khususnya barang kiriman impor agar menerapkan Standar Operasional Prosedur (SOP) dan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan”.

Direktorat Pos Kementerian Kominfo juga meminta Penyelenggara dan pengguna Pos untuk tidak melakukan pengiriman barang yang telah dilarang berdasarkan kebijakan yang dikeluarkan oleh Kementerian dan Lembaga-Lembaga Pemerintah terkait dengan antisipasi penyebaran Novel Coronavirus. Kementerian Kominfo juga mengharapkan seluruh penyelenggara dan pengguna Pos untuk terus berpartisipasi aktif mencegah penyebaran Novel Coronavirus atau Covid-19 agar tidak masuk ke Indonesia, terutama melalui kiriman barang.

Follow us

maupa

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *